Senin, 14 Februari 2011 23:35 WIB Karanganyar Share :

DPRD Karanganyar tuding toko modern matikan pasar tradisional

Karanganyar (Espos)– Sejumlah anggota DPRD Karanganyar menuding pusat perbelanjaan dan toko modern bisa mematikan pasar tradisional di Karanganyar. Hal itu terjadi karena saat ini toko modern kian menjamur di Bumi Intanpari tanpa ada batasan.

Padahal, menurut Perda No 17/2009 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, dijelaskan bahwa toko modern dilarang beroperasi selain di Kecamatan Colomadu, Jaten dan Karanganyar.

“Ini sangat merugikan dan bisa mematikan usaha pedagang kecil yang berjualan di pasar tradisional. Dengan banyaknya toko modern, maka pedagang tradisional kalah bersaing,” kata Wakil Ketua DPRD Karanganyar Rohadi Widodo didampingi anggota Dewan dari PKS Joko Tri Susilo, saat ditemui wartawan di ruang Fraksi PKS, Senin (14/2) pagi.

Karena itu, ia meminta kepada Pemkab Karanganyar untuk segera menertibkan sejumlah pusat perbelanjaan dan toko modern, sesuai dengan Perda No 17/2009. fas

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…