Senin, 14 Februari 2011 18:32 WIB News Share :

Basarnas Beli 4 helikopter, dapat hibah dari Bulgaria 8

Jakarta (Espos) – Badan SAR Nasional (Basarnas) berencana membeli empat helikopter baru untuk kegiatan SAR tahun 2011. Selain itu, Basarnas akan mendapat hibah delapan helikopter MI 17 dari Bulgaria.

“Tahun ini ada pembelian 4 helikopter tipe sedang. Lalu kalau prosesnya lancar, akan ada hibah dari Bulgaria,” kata Kepala Basarnas Letjen Nono Sampono, usai bertemu Wapres Boediono di  Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (14/2).

Menurut Sampono, sejak Pakta Warsawa runtuh, semua alutsista negara-negara anggotanya, termasuk  Bulgaria, tidak boleh dipakai lagi untuk kepentingan militer melainkan hanya untuk kemanusiaan. Karena itu, Bulgaria  berminat menyumbangkan helikopternya ke Basarnas.

“Itu helikopter tahun 1990-an. Masih bagus, kok. Tinggal bagaimana kita me-maintenance-nya,” tandas Nono.

Sedangkan tentang rencana pembelian 4 helikopter, lanjut Nono, saat ini sedang dibahas beberapa  alternatif. Pertimbangan utamanya adalah masalah spesifikasi dan maintenance apabila helikopter  tersebut telah digunakan Basarnas.

Selain helikopter, tambahnya, Basarnas juga akan mendisain 6 kapal yang dilengkapi landasan helikopter (helipad). 5 Kapal berbahan dasar fiber, sedangkan 2 kapal berbahan logam. Kapal-kapal tersebut akan disebar di wilayah timur, tengah, dan barat Indonesia.

“Akan kita desain ada helipad dan dia bisa refuel di situ. Kapal itu dibikin di dalam negeri untuk Basarnas. Panjanganya 60 meter. Kebanyakan kita hanya punya yang 30 meter,” tandas Nono.

dtc/try

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…