Senin, 14 Februari 2011 08:57 WIB News Share :

Ba'asyir
Saya bela Islam, bukan koruptor seperti Gayus

Jakarta (Espos) – Terdakwa kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir enggan disamakan dengan terdakwa kasus korupsi Gayus Tambunan. Ba’asyir disidang karena membela Islam.

“Sidang ini rekayasa karena saya membela Islam bukan mencuri atau korupsi seperti Gayus Tambunan,” ujar Ba’asyir sebelum sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera, Senin (14/2).

Ba’asyir mengaku harus menghadapi sidang meski merasa tak bersalah. Dia telah siap menghadapi sidang itu. Pengasuh Ponpes Ngruki ini optimis bebas seperti dalam kasus yang ditimpakan padanya. Dia mengaku tidak terlibat dalam kasus terorisme yang ada di Indonesia.

“Mestinya bebas. Saya nggak ada apa-apa kok dalam kasus ini, saya membela Islam,” tutupnya.

Sidang Ba’asyir dimulai pukul 09.00 WIB, namun dia sudah datang sekitar pukul 07.55 WIB. Ba’asyir mengenakan gamis putih, peci putih dan sorban merah. Dia ditemani salah satu kuasa hukumnya.

dtc/try

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…