Senin, 14 Februari 2011 23:39 WIB News Share :

Anak buah terlibat pemerasan, Jaksa Agung sedih campur malu

Jakarta (Espos) – Jaksa Agung Basrief Arief mengaku merasa terpukul mendengar anak buahnya terlibat kasus dugaan pemerasan pegawai BRI. Tidak hanya mengimbau, Jaksa Agung memerintahkan para jaksa untuk meningkatkan integritasnya.

“Ya, saya sendiri juga prihatin, campur sedih dan malu juga tentunya. Kenapa kok kita sudah selalu mengingatkan, selalu menyampaikan hal-hal yang baik untuk ke depan ini, tapi masih ada juga oknum-oknum jaksa yang melakukan seperti itu,” ujar Basrief kepada wartawan di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jaksel, Senin (14/2).

Basrief mengatakan, ia tidak akan bosan mengingatkan dan tidak akan menolerir hal-hal seperti yang dilakukan jaksa DSW. Pihaknya akan mengambil sikap tegas setiap ada kesalahan yang dilakukan anggotanya.

“Tentu kita akan ambil tindakan tegas untuk hal-hal seperti itu,” tegasnya.

Basrief mengatakan, sejak awal ia sudah mengeluarkan surat perintah kepada para anggota Korps Adhyaksa untuk bekerja secara profesional dan meningkatkan integritas. Menurutnya, surat tersebut bukan lagi sebuah imbauan, melainkan sebuah perintah yang wajib dilaksanakan.

“Jadi saya tidak mengimbau, tapi saya memerintahkan para jaksa saya, untuk kedepan ini cobalah kita ini mendapatkan sorotan tajam dari masyarakat. Dalam rangka meningkatkan citra kejaksaan, saya sekali lagi memerintahkan kepada para jaksa untuk selalu integritasnya ditingkatkan, kemudian juga profesionalnya juga harus ditingkatkan, sehingga masyarakat juga bisa memahami apa yang kita lakukan,” ungkapnya.

KPK menangkap DSW, jaksa Kejari Tangerang, di Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Jumat (11/2) malam. DSW saat itu tengah menyetir Terios hitam B 1835 VFD dengan logo kejaksaan di nopolnya. KPK menemukan uang Rp 50 juta di sebuah amplop coklat terbungkus plastik. KPK langsung menahan DSW di Rutan Cipinang.

dtc/try

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…