Minggu, 13 Februari 2011 20:50 WIB Klaten Share :

Rumah aktivis antikorupsi dirusak orang tak dikenal

Klaten (Espos)--Rumah Ali Syaifudin, 40, warga Keplok, Desa Jambu Kidul, Kecamatan Ceper, Klaten, Minggu (13/2) dini hari, dirusak oleh orang tak dikenal. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tapi satu set meja dan kursi yang ada di teras rumah korban ludes dilahap si jago merah.

Kobaran api juga melalap pintu depan rumah hingga gosong sebagian. Selain itu, pada pintu lainnya terdapat sejumlah goresan mirip bekas dihantam senjata tajam. Mobil milik korban yang diparkir di depan rumah pun penyok. Saat dijumpai Espos di rumahnya, Minggu siang, Ali menuturkan sekitar pukul 00.00 WIB, ia dan keluarganya yang tengah lelap kaget mendengar bunyi ledakan, disusul munculnya asap tebal dari teras.

“Kami terbangun tapi tak keluar dari rumah. Ada orang di depan rumah dan saya perkirakan jumlahnya lebih dari satu,” jelasnya. Ali yang dikenal sebagai pegiat Kawulo Alit Pemberantas Korupsi (KPK) Desa Jambu Kidul itu mengaku mendengar pergerakan orang di teras rumah tapi tak sedikitpun terdengar orang bersuara apalagi bercakap-cakap. Tak lama kemudian, ungkapnya, orang-orang itu kabur menggunakan sepeda motor.

Pantauan Espos, bagian teras rumah korban termasuk bangkai mebel yang terbakar dikelilingi police line. Istri korban, Siti Musfiroh, 35, menambahkan kobaran api dipadamkan secara swadaya oleh keluarganya. Sekitar pukul 00.30 WIB api berhasil dijinakkan. Dia menduga kendaraan yang digunakan pelaku diparkir agak jauh dari rumahnya. “Suara kendaraannya tidak terdengar keras,” kata ibu dua anak itu.

Polisi menyita botol plastik dan botol beling warna coklat yang sudah pecah di lokasi. Disinggung motif yang mendasari pelaku berbuat teror, Ali yang juga pengasuh Ponpes di desanya merasa tak punya masalah dengan siapapun. “Yang jelas bukan persoalan SARA karena kerukunan umat beragama di sini sangat baik.” Lalu adakah kaitan dengan aktivitasnya dalam upaya pemberantasan korupsi? Ali menjawab tak tahu pasti.

Kapolres Klaten AKBP Agus Djaka Santosa saat dimintai konfirmasi mengungkapkan pelaku diduga bermotif persoalan pribadi dan tak mengarah ke masalah SARA. “Masih kami selidiki. Saksi dan korban kami mintai keterangan,” jelasnya. Disinggung apakah aksi itu dilatarbelakangi ketidaksukaan pihak tertentu terkait aktivitas korban dalam upaya pemberantasan korupsi, Kapolres berujar masih mendalaminya.

rei

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…