Minggu, 13 Februari 2011 18:02 WIB Wonogiri Share :

Perbaikan jalan longsor di Slogohimo molor

Wonogiri (Espos)–Upaya perbaikan jalan penghubung Jateng-Jatim lewat Wonogiri dan Ponorogo yang ambles tepat di depan SPBU Slogohimo, Wonogiri, tiga pekan lalu ternyata molor dari perkiraan. Hingga, Minggu (13/2), perbaikan jalan itu belum juga selesai dan lalu lintas masih harus dibelokkan ke area pelataran SPBU.

Camat Slogohimo, Budi Susilo, saat dihubungi <I>Espos<I>, Minggu pagi mengungkapkan pengerjaan perbaikan jalan itu masih terus berlangsung.

“Ya otomatis jalan masih ditutup untuk lalu lintas dan kendaraan masih harus lewat jalan alternatif sementara di pelataran SPBU. Terakhir kali saya lihat sudah mulai dilakukan pengecoran. Sedangkan pelataran SPBU yang dijadikan jalur alternatif sementara kondisinya juga tidak lebih baik, mulai rusak dan bergelombang karena beratnya beban kendaraan dari hari ke hari,” kata Budi.

Terpisah, Kasi Jalan Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Provinsi Jateng wilayah Surakarta, Edy Gunawan mengungkapkan upaya perbaikan jalan yang longsor itu ternyata memang memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Tadinya, dia memperkirakan perbaikan yang meliputi pemasangan gorong-gorong baja atau armco dan melapis ulang aspal di atasnya memerlukan waktu sekitar sepekan.

Namun, saat ini perbaikan jalan yang longsor pada Senin (24/1) lalu itu telah berlangsung tiga pekan dan belum juga selesai. “Armco-nya sebagian sudah dipasang. Kami berusaha melakukan perbaikan itu secepatnya. Tapi kadang-kadang cuaca yang tidak bersahabat menghambat pengerjaan. Kalau hujan turun, pengerjaan terpaksa dihentikan,” jelas Edy.

shs

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…