Minggu, 13 Februari 2011 13:10 WIB Sragen Share :

Diduga kehilangan anak, ibu asal Sambirejo stres

Sragen (Espos)–Malang nasib Sri Hartini, 38, warga Desa Musuk, Sambirejo, Sragen yang ditemukan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen dalam kondisi stres di Pasar Bunder Sragen, Minggu (13/2).

Kondisi psikologis yang dialami Sri diduga disebabkan kehilangan anaknya yang baru berumur empat tahun selama satu pekan.

Keterangan yang dihimpun Espos dari sejumlah pedagang di Pasar Bunder, Minggu kemarin, semula Sri ditemukan salah seorang pedagang Madukoro, 50, saat menjalankan ibadah di musala pasar. Madukoro sempat menanyai Sri yang duduk terdiam di teras musala. Saat ditanya kadang jawabannya tidak nyambung dengan pertanyaannya.

“Daripada di musala tidak ada temannya, maka saya ajak ke kios tempat jualan saya ini. Baru sesampainya di kios ini, saya menanyai asalnya darimana, sampai penyebab kebingungannya apa. Pikiran ibu ini seperti tidak fokus, ngelantur ke mana-mana. Di tanya sesuatu kadang nyambung,kadang juga tidak,” ujar Madukoro.

Mendengar berita tersebut sejumlah Satpam pasar dan Satpol PP segera ke kios milik Madukoro untuk memastikan keberadaan Sri yang dikabarkan kehilangan putranya. Petugas Satpol PP juga melontarkan pertanyaan tentang alamat Sri dan dimana bertemu anaknya untuk kali terakhir. Namun pertanyaan itu tidak mendapatkan jawaban yang jelas. Beberapa pedagang pasar menyebut kondisi Sri selain diduga kehilangan anak juga diduga ditinggal suaminya.

Espos yang kebetulan ada di lokasi juga mengajukan pertanyaan tentang siapa nama anaknya. Sri menyebutkan anaknya bernama Dwi Santoso, 4. Dia juga mengaku dari Sambirejo. Dia mengatakan Dwi hilang saat bermain di rumahnya.

Dengan kondisi Sri tersebut, sejumlah petugas Satpol PP memulangkan Sri ke tempat asalnya dan akan memastikan pengakuan Sri ini kepada keluarganya dan kerabatnya.

trh

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…