Sabtu, 12 Februari 2011 10:14 WIB News Share :

Musim asap, muncul titik api, kabut mulai selimuti Riau

Pekanbaru (Espos) – Sudah menjadi rutinitas bila habis musim hujan, maka akan berlanjut musim asap. Sepekan terakhir Riau tidak turun hujan. Akibat cuaca panas, kini muncul titik api yang menimbulkan asap.

Dari pantauan satelit NOAA di Badan Lingkungan Hidup Riau, dua hari tekahir terdeteksi 40-an titik api tersebar di Riau. Munculnya titik api ini membuat kabut asap menyelimuti udara di Bumi Melayu Riau.

“Titik apa yang terdeteksi dapat dipastikan apakah berasal dari proses pembakaran lahan atau ada penyebab lain. Untuk memastikan hal itu kita harus melakukan pemantauan langsung ke lapangan,” kata Kabid Kerusakan, BLH Riau, H Martin kepada wartawan, Sabtu (12/02).

Martin menjelaskan, berdasarkan satelit NOAA, untuk wilayah Sumatera terdeteksi ada 80-an titik api. Hanya saja dari sebaran titik api itu 40 titik ada di Riau. “Kita harapkan masing-masing kabupaten untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang panas saat ini. Jangan sampai sebaran titik panas ini kian meluas,” kata Martin.

Data BLH Riau diketahui, sebaran panas itu terdapat 10 titik di Kab Pelalawan, Indragiri Hulu 5, untuk Kab Siak, Bengkalis dan Kota Dumai masing-masing 3 titik api. Untuk Kabupaten Rokan Hilir terdeteksi 7 titik api. Kabupaten Indragiri Hilir terdapat 2 titik api.

BLH Riau mengingatkan kepada seluruh masyarakat dan perusahaan perkebunan, perkayuan di Riau untuk mewaspadai cuaca yang panas saat ini. Diharapkan semua pihak dapat mencegah lebih dini agar titik apa tidak terus meluas yang akan menimbulkan asap.

“Semua pihak kita harapkan untuk berpartisipai dalam mencegah kebakaran yang kian meluas. Terutama lagi jangan sampai sebaran titik api memasuki wilayah hutan gambut. Sebab, titik api akan sangat susah dipadamkan di lahan gambut,” kata Martin.

dtc/try

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…