Sabtu, 12 Februari 2011 23:36 WIB Karanganyar Share :

Karanganyar berantas buta aksara melalui kegiatan seni

Karanganyar (Espos) – Untuk mengurangi angka buta aksara, Pemkab Karanganyar melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) melaksanakan program keaksaraan fungsional (KF) melalui kegiatan seni. Kegiatan seni itu yakni seni musik lesung dan karawitan.

Saat ini, ada dua desa di Kecamatan Jumapolo yang menerapkan program KF melalui seni, yakni Desa Kedawung (lesung) dan Desa Paseban (karawitan). “Sudah setahun ini berjalan. Dan hasilnya lumayan, karena di kelompok itu banyak yang ikut,” ujar Kepala UPT Disdikpora Jumapolo, Tarwanto, kepada Espos, Sabtu (12/2) siang.

Kebanyakan peserta yang mengikuti KF adalah orang-orang tua. Mereka antara lain diajari membaca huruf abjad satu per satu hingga mahir. Setelah pandai membaca, kemampuan mereka lalu diterapkan dengan membaca not vokal maupun lagu dalam gending jawa. “Anggapan orang tua, kalau belajar membaca itu nanti sulit. Tapi dengan metode ini, belajar membaca aksara jadi lebih menyenangkan,” jelas Tarwanto.

Selain memberikan pembelajaran kepada para lansia, kegiatan itu juga sekaligus untuk melestarikan kebudayaan. Kegiatan KF di kedua desa itu, lanjut Tarwanto, dilakukan melalui pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Belajar membaca yang dipadukan dengan seni ini, juga baru diterapkan di Jumapolo. Sedangkan di daerah lain belum ada.

fas

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…