Sabtu, 12 Februari 2011 21:59 WIB News Share :

Kapolda Jateng
SYB aktor intelektual kerusuhan Temanggung

Jakarta (Espos) – Kapolda Jateng Irjen Pol Edward Aritonang menyatakan SYB warga Dusun Batok, Desa Wonosari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ditetapkan sebagai aktor intelektual kerusuhan sidang penistaan agama di Pengadilan Negeri (PN) Temanggung, Selasa (8/2) lalu.

Pernyataan itu disampaikan oleh Edward Aritonang, Sabtu(12/2), di Mapolres Temanggung, Jawa Tengah. “SYB merupakan aktor yang telah mengarahkan, mengorganisir, dan memberi tugas yang jelas. Mereka menerima uang bensin dan nasi bungkus, mungkin dari uang sendiri SYB atau simpatisan. Dana yang digunakan untuk menggalang massa masih kami lakukan pendalaman, dari mana dana diperoleh,”tegas Edward Aritonang.

Edward menjelaskan massa dikumpulkan SYB sehari sebelum kerusuhan dan menjelang pemberangkatan ke Pengadilan Negeri Temanggung untuk menyaksikan sidang penistaan agama. Motivasi SYB melakukan tindakan itu karena tidak puas dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepada terdakwa Antonius Richmond Bawengan dengan hukuman lima tahun penjara. “Sesuai Pasal 156 huruf a KUHP, hukuman tersebut sudah maksimal. Namun, pemahaman bagi mereka hukuman maksimal adalah hukuman mati,”tutur Edward.

Edward menegaskan hingga sekarang telah ditetapkan sebanyak 24 tersangka termasuk SYB dari 52 saksi yang telah diperiksa. Mereka sekarang menjalani pemeriksaan intensif di Polda Jateng. Sebanyak 24 tersangka tersebut berasal dari Kabupaten Temanggung.

“Aktor intelektual maupun jumlah tersangka masih dimungkinkan untuk bertambah, karena proses penyidikan belum berhenti. Semua akan dilakukan ‘cross check’ dengan alat bukti di lapangan,”tukas Edward.

Edward menyatakan tim dari Polda Jateng dan Polres Temanggung akan menangani kasus ini secara profesional, hukum harus ditegakkan.

Edward berharap masyarakat jangan mudah terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab. Kondisi Temanggung semakin aman dan kondusif. “Aparat keamanan yang menjaga tempat-tempat ibadah dan perkantoran yang menjadi sasaran amuk massa kemarin secara bertahap dikurangi,” ungkap Edward.

dtc/try

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…