Sabtu, 12 Februari 2011 08:15 WIB News Share :

Jl RE Martadinata ambles lagi, kinerja Kementerian PU dipertanyakan

Jakarta (Espos) – Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, ambles untuk kedua kalinya. Jalan ambles di sekitar depan stasiun Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) pun mempertanyakan kinerja Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Jalan itukan jalan Nasional, tanggungjawab Kementerian PU, tetapi kenapa ambles lagi. Ada yang tidak beres dengan perawatan jalan yang dilakukan Kementerian PU,” ujar Ketua DTKJ Azas Tigor Naingolan, Jumat (11/2/2011).

Menurut Tigor, Kementerian PU terkesan asal-asalan melakukan perawatan jalan. Pasalnya tidak jauh dari lokasi itu, jalan aspal juga pernah ambles, bahkan hingga ke dasar kali.

“Seharusnya yang ambles kemarin tidak cuma diperbaiki, tetapi diteliti juga jalan sepanjang RE Martadinata. Kementerian PU sepertinya asal saja dan ngawur,” terang Tigor.

Menurut Tigor amblesnya jalan sangat bahaya bagi pengendara jalan. Apalagi Jl RE Martadinata merupakan jalur peti kemas yang penting bagi perekonomian Ibukota.

“Ini harus diteliti, ada kemungkinan tidak di jalur itu bisa ambles lagi. Jangan hanya tambal sulam, karena kalau ambles membahayakan masyarakat, apalagi itu jalur ramai,”imbuhnya.

Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, ambles untuk kedua kalinya. Lokasi ambles kedua ini terjadi di sekitar depan stasiun Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Sebelumnya Dirjen Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Djoko Murjanto, menyatakan bila jalan yang ambles tersebut sepanjang 10 meter. Walaupun sama-sama di Jl RE Martadinata, tetapi lokasi amblesnya kali ini berbeda dengan kejadian pada September tahun lalu. Meskipun begitu, lokasinya tidak terlalu jauh.

Djoko menduga amblesnya jalan tersebut, karena umur jalan sudah mencapai 30 tahun. Selain itu cuaca Jakarta yang tidak menentu akhir-akhir ini, menjadi salah satu penyebabnya.

“Selain karena umurnya 30 tahun, cuaca ekstrim membuat tanah semakin labil,” jelasnya

dtc/try

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…