Jumat, 11 Februari 2011 21:02 WIB Wonogiri Share :

Residu antibiotik ditemukan di hati dan daging ayam potong

Wonogiri (Espos) – Masyarakat penggemar hati dan daging ayam potong kini harus lebih berhati-hati. Hasil uji laboratorium sampel yang diambil Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakerla) Wonogiri di dua pasar tradisional menemukan kandungan residu antibiotik jenis pinicillin dan oxytetracyclin pada hati dan daging ayam.

Tak hanya itu, hasil uji laboratorium menemukan kandungan bakteri yang terlalu tinggi pada produk ayam yang di dua pasar tradisional itu. Tingginya kandungan bakteri ini karena perlakuan yang kurang higienis mulai dari pemotongan hingga penjualan di pasar.

Kabid Kesehatan Hewan Disnakperla, drh Ismaryati, didampingi Kepala Disnakperla, Rully Pramono Retno, mengungkapkan pangambilan sampel daging dan hati ayam potong atau pedaging dilakukan 25 November 2010 bersama petugas dari Balai Besar Veteriner Yogyakarta di Pasar Kota Wonogiri dan Pasar Jatisrono. Sua pasar ini dipilih karena volume penjualan daging ayam potongnya paling besar di wilayah Wonogiri.

“Hasil uji laboratorium dari Balai Besar Veteriner kami terima Kamis (10/2). Ternyata ada kandungan residu antibiotik jenis pinicillin dan oxytetracyclin pada hati dan daging ayam potong. Demikian pula pada telur ayam,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (11/2).

Kandungan itu disebutkan berasal dari obat antibiotik yang diberikan peternak atau pedagang ayam untuk mencegah atau mengobati ayam sakit. Agar tak meninggalkan residu, selama sepekan sebelum dipotong, ayam seharusnya tak boleh diberi antibiotik. Namun karena tidak mau rugi, peternak dan penjual seringkali tetap memberi antibiotik itu.

Padahal menurut Rully, kandungan residu itu tidak bisa dihilangkan dengan cara apapun. Residu akan ikut masuk ke tubuh pengonsumsi. “Biasanya memang tidak menyebabkan kematian. Namun, tubuh pengonsumsi akan menjadi resisten atau tidak mempan terhadap antibiotik jenis itu atau akan memberikan dampak tertentu pada orang yang alergi terhadap antibiotik dimaksud,” kata Rully.

shs

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…