Jumat, 11 Februari 2011 15:42 WIB News Share :

Kapolda akan kaji pembubaran Ahmadiyah di Jatim

Surabaya (Espos) – Permintaan pembuburan Ahmadiyah oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mendapat tanggapan Kapolda Jatim. Namun, sebelum dibubarkan, polisi akan mengkaji terlebih dahulu dengan unsur musyawarah pimpinan daerah (Muspida) lainnya.

“Ya kita akan kaji di berbagai aspek, seperti aspek hukumnya, bagaimana dampak sosialnya, bagaimana itu, ya harus kita kaji betul-betul,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Badrodin Haiti, usai menghadiri acara community policing di halaman apel Mapolda, Jl Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (11/2).

Badrodin mengatakan, pihaknya akan berdialog bersama Gubernur Jatim dan Pangdam V/Brawijaya, guna membahas persoalan Ahmadiyah di Jatim.

“Ini kan bukan inisiatif Polda saja, tapi seluruh muspida. Kemarin sudah kita awali, kita dialog dengan pak Gubernur, dan Pangdam,” tuturnya.

Dalam waktu singkat, kata perwira tinggi berbintang dua itu, seluruh muspida akan berkumpul bersama. “Tentu dalam waktu singkat, mungkin kita akan kumpul, kita kaji apa yang dimaui MUI,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, MUI Jatim meminta Muspida agar berdialog membahas pembubaran Ahmadiyah khususnya di Jatim. Menurutnya, Ahmadiyah harus dibubarkan karena ajarannya melenceng dari aqidah Islam, seperti mengakui ada nabi setelah Muhammad SAW.

dtc/try

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…