Jumat, 11 Februari 2011 20:56 WIB Sport Share :

Horee, pemain Persis gajian

Solo (Espos)–Persis Solo akhirnya terpaksa merumahkan Villol Vebrian Nugrahendy menyusul tak berkembangnya permainan pemain lokal Solo ini.

Di sisi lain manajemen berencana mencari tiga pemain guna mengangkat tim pada putaran dua mendatang. Bersamaan dengan itu manajemen Persis, pada Jumat (11/2) memberikan gaji pemain bulan Januari. Namun totok menolak menyebutkan nominal dana yang digunakan untuk gaji pemain.

“Setelah melalui rapat menejemen dan pelatih akhirnya kami memutuskan untuk merumahkan Villol. Ini karena berbagai pertimbangan, sebab berdasar pengamatan kami permainan Villol tidak bisa berkembang dengan maksimal,” ujar Asisten Manajer Persis, Totok Supriyanto ketika ditemui di sela-sela menjenguk latihan Persis di Stadion Sriwedari, Solo.

Menurut dia pada putaran kedua ini pihaknya berusaha memanggil sejumlah pemain yang telah dibidiknya melalui seleksi tertutup guna memperbaiki kinerja tim. Oleh sebab itu rencananya Senin (14/2) mendatang sejumlah pemain yang dibidik tersebut akan didatangkan.

Pada bagian lain Totok mengakui beberapa hari lalu salah satu pemainnya yakni Robbi Fajar Nugroho diminati PSIS Semarang. Namun pihaknya mengaku masih membutuhkannya sehingga pemain 31 Maret 1991 ini dipertahankan.

“Saya memang ditelepon dari manajemen PSIS yang menyatakan ingin merekrut Fajar. Tetapi karena pemain ini merupakan salah satu aset Persis dan masih dibutuhkan, maka kami mempertahankannya,” papar Totok.

Sementara itu Pelatih Persis Achmad Sukisno membenarkan dirumahkannya Villol. Hal itu dinilai telah melalui berbagai pertimbangan matang.

“Pada rapat beberapa hari lalu dengan manajemen dan ketua umum memang dibahas beberapa hal di antaranya soal pemain. Karena itu dalam rapat kami juga memberi beberapa masukan sehingga akhirnya didapat keputusan tersebut,” ujar Sukisno.

Namun demikian tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini tetap mempertahankan lima pemain magangnya yakni Daru Tri Laksono, Riva Ardianto, Abdul Latif, Miftahul Falak, Murhammad Ardi. Karena mereka dinilai merupakan aset pemain sepak bola Solo yang masih muda sehingga bisa dikembangkan.

Lebih lanjut Sukisno yang ditanya minat eks pelatih PPSM Magelang, Widiantoro yang ingin menukangi Persis, Sukisno membenarkannya. Karena Widiantoro yang merupakan teman dekat Sukisno ini beberapa kali menghubunginya.

“Saya tidak masalah, malah senang kalau ada pelatih kepala. Karena itu dia (Widi) saya suruh menghubungi langsung manajemen,” ungkap Sukisno.

ian

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…