Jumat, 11 Februari 2011 11:08 WIB News Share :

Demokrat
PDIP di kabinet ciptakan nuansa baru

Jakarta (Espos) – PDIP sebagai partai oposisi telah menunjukkan sinyal kesediaan bergabung dengan pemerintah. Partai Demokrat menyebut kehadiran PDIP di kabinet akan membuat suasana baru di pemerintahan.

“PDIP kan baru menunggu dilamar, belum minta dilamar. Tapi jika benar seperti itu, akan membuat nuansa baru,” ujar Wasekjen Demokrat Saan Mustopha kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/2).

Saan mengatakan rencana bergabungnya PDIP dengan kabinet cukup terbuka. Pasalnya partai berlambang banteng tersebut terus menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah.

“Selama ini ada komunikasi. Tapi ya secara umum,” paparnya.

Lebih lanjut, Saan mengatakan jika nanti PDIP bergabung dengan kabinet, Partai Demokrat tidak akan turut campur. Mengenai siapa calon menteri dari PDIP, akan diserahkan sepenuhnya kepada presiden.

“Demokrat tidak mendorong atau memaksakan. Semuanya diserahkan kepada presiden,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Pusat PDIP, Taufiq Kiemas, mengatakan peluang bagi kader PDIP bergabung dalam pemerintahan SBY-Boediono tetap terbuka.

“Nggak masalah kalau presiden percayakan kader PDIP jadi menteri, panggil saja kalau negara butuh.  Nanti baru bilang ke ketua umum (PDIP), saya kira Ibu Mega mempersilakan,” ujar Taufiq Kiemas  ditemui pers di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/2).

Menurutnya ada banyak kader PDIP yang punya kemampuan akademik dan latar belakang profesional layak untuk membantu pemerintahan SBY-Boediono sebagai menteri di KIB II. Namun kali ini dia tak menyebut sejumlah tokoh sentral PDIP tidak terkecuali Puan Maharani.

“Ada kan Hendrawan, Arif Budimanta, Sri Adiningsih, Iman Sugema dan masih banyak lagi,” papar Taufiq.

Tapi dia menegaskan, PDIP tidak dalam posisi meminta kadernya direkrut sebagai menteri. Seluruh kader juga dilarang mengajukan lamaran sebagai anggota KIB II dalam resshuffle kabinet yang dikabarkan akan dilakukan Presiden SBY.

“Setiap pemimpin parpol tahu kalau kedaan penting, maka kesetiaan terhadap partai berhenti saat dituntut kesetiaan kepada negara. Asal jangan ngelamar minta pekerjaan jadi menteri,” tandasnya.

dtc/try

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…