Konsep green school tak sekadar fisik

Solo (Espos)–Konsep green school atau sekolah hijau tidak sekadar fisik sekolah yang hijau. Tapi secara implisit hal itu menjadi bagian semua mata pelajaran di sekolah dan tercermin dalam sikap hidup warga sekolah.

Hal itu disampaikan pengawas SMP/SMA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disidkpora) Solo, Drs Sutarman MPd, saat ditemui wartawan di sela-sela acara seminar nasional bertema Pendidikan Berbasis Lingkungan pada Pembelajaran Geografi untuk Meningkatkan Partisipasi Peserta Didik Menyukseskan Program Green School yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi (Himago) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) di aula FKIP UNS, Kamis (10/2).

Ia menjelaskan pendidikan berbasis lingkungan tidak hanya diterjemahkan secara fisik dengan mewujudkan sekolah yang hijau. “Tapi pendidikan berbasis lingkungan seharusnya terintegrasi dalam pembelajaran dan perilaku siswa sehari-hari,” jelasnya.

Hal itu, terangnya, bisa diwujudkan dengan membiasakan siswa peduli dengan lingkungan, mau menjaga kebersihan, disiplin dan jika memungkinkan mengadakan lomba penghijauan.

Sementara itu pembicara lainnya, Ketua Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Junun Sartohadi MSc PhD, mengungkapkan setiap orang hendaknya berpikir global dan memulai dari sesuatu yang kecil.

“Misalnya sudahkan kampus atau rumah kita rancang dan kita bangun menggunakan konsep ramah lingkungan? Sudahkah kita selalu menyebarluaskan apa yang sudah kita pahami mengenai lingkungan? Sudahkah kita mengajak orang lain untuk berbuat yang sama dengan kita dalam hal pengelolaan lingkungan?” ungkapnya.

Pembicara lainnya dosen Pendidikan Geografi FKIP UNS, Dr Sarwono MPd, menguraikan teknologi yang digunakan manusia untuk bertahan hidup, harus ramah lingkungan sehingga tidak merusak lingkungan sebagai sumber hidup.

ewt

Editor: | dalam: Pendidikan |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »