Kamis, 10 Februari 2011 22:21 WIB Sport Share :

Komunikasi Solo FC masih bermasalah

Solo (Espos)–Menjelang laga menghadapi Bogor Raya di Stadion Manahan, Sabtu (12/2), skuat Solo FC masih dirundung berbagai permasalahan teknis. Salah satunya adalah masalah komunikasi antara pelatih Solo FC, Branko Babic dengan pasukannya, khususnya para pemain lokal.

Ini terlihat pada sesi latihan Kamis (10/2) , di Stadion Manahan. Pelatih asal Serbia itu terlihat kesal melihat anak asuhnya selalu salah menjalankan instruksinya.

Bukannya para pemain tidak mampu menerapkan instruksi dari Babic. Hanya saja kebanyakan dari mereka tidak paham yang dikatakan pelatih berusia 60 tahun itu.

“Instruksinya sih gak masalah. Mungkin translatenya yang kurang bisa kami pahami. Jadi kami bingung,” ujar salah satu pemain Solo FC, Slamet Widodo saat dijumpai Espos seusai latihan di Stadion Manahan, Kamis.

Sebenarnya permasalahan komunikasi ini sudah lama menganggu skuat Ksatria XI. Babic menggunakan bahasa inggris kurang bisa dipahami oleh Edi Sofyan dkk.

Alhasil sejak beberapa laga lalu, Branko selalu mengeluh banyak pemain yang masih binggung dengan skema yang diterapkannya. Meski demikian, Ksatria XI mampu tampil cukup mengesankan dengan menempati urutan lima besar pada klasemen sementara.

Namun, rekor positif ini dapat berakhir sewaktu-waktu jika masalah komunikasi ini tidak segera cair. Apalagi, mereka harus segera berbenah untuk menghadapi Laskar Kujang, julukan Bogor Raya.

Hal tersebut diungkapkan asisten pelatih Solo FC, Hong Widodo. Ia mengaku yakin bisa meraih poin penuh asal apa keinginan Babic bisa dipraktekan dengan benar.

Selain masalah komunikasi, Hong juga mengaku lini tengah pasukannya masih perlu banyak dibenahi. Eks pemain Westrn Knights Australia, David Micevski yang menjadi tumpuan di lini tengah belum mendapat tandem yang pas.

“Kami masih mencari komposisi yang pas. Sehingga perlu melakukan rotasi pemain,” ujar legenda hidup Persis Solo tersebut.

Pada laga kontra Laskar Kujang nanti, Hong mengaku timnya akan bermain sedikit berbeda dari laga sebelumnya. Jika pada laga-laga terdahulu, mereka kerap memraktekan umpan-umpan lambung, namun kali ini mereka akan cenderung bermain dengan passing-passing datar.

Umpan dari kaki ke kaki akan diterapkan untuk menahan gempuran pasukan John Arwandi ini.

yud

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…