Kamis, 10 Februari 2011 14:33 WIB News Share :

Komnas HAM
Otak rusuh massa tak pernah terungkap

Jakarta –– Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat hingga kini otak di balik kerusuhan massa tidak terungkap. Komnas HAM mengeluhkan upaya polisi mengusut otak di balik kerusuhan massa yang terus terjadi di Tanah Air.

“Dari berbagai kasus yang terjadi sejak reformasi tidak ada kasus yang diteruskan ke meja hijau dijatuhkan hukumannya berat. Dari kasus Makam Mbah Priok sampai muncul kasus Cikeusik sampai sekarang belum ada pengusutan terhadap kasus itu. Kita tidak pernah tahu siapa orang di balik kerusuhan itu,” ujar Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, dalam dialektika di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/2/2011).

Menurut Ifdhal, hingga kini beberapa kasus kerusuhan massa di Tanah air hilang begitu saja. Sekalipun berulangkali Komnas HAM mengeluarkan rekomendasi tentang adanya pelanggaran HAM.

“Kita tidak tahu akhir dari kasus ini apa? Tidak jelas ending-nya itu di mana dan tidak jelas siapa yang harus bertanggungjawab dan di sinilah masalah pokoknya,” keluh Ifdhal.

Ifdhal berharap polisi sungguh-sungguh mengungkap kasus ini. Hal ini penting untuk menjawab spekulasi negatif terkait berbagai rusuh massa di Tanah Air.

“Agar ada efek jera para pelaku dan otaknya harus diungkap dan segera divonis,” harap Ifdhal.

Komnas HAM juga tengah berusaha membangun koordinasi lebih baik dengan polisi terkait penanganan kasus kerusuhan massa. Komnas HAM berharap agar rekomendasi pelanggaran HAM segera diusut tuntas oleh Polri.

“Kami mencoba membuat kerjasama yang akan kita tuangkan dalam bentuk MoU bagaimana mensinergiskan ini sehingga tidak berhenti pada rekomendasi,” tandasnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…