Kamis, 10 Februari 2011 19:36 WIB News Share :

"Kerusuhan Temanggung direkayasa"

Semarang (Espos)–Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Jateng menilai kerusuhan di Temanggung merupakan rekayasa dari pihak tertentu untuk mengalihkan isu nasional.

“Kerusuhan Temanggung itu by design oleh pihak tertentu untuk alihkan isu nasional seperti kasus mafia pajak Gayus dan skandal Bank Century,” kata Ketua Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Jateng Rohmat Suprapto kepada wartawan di Semarang, Kamis (10/2).

Menurut ia, dari hasil investigasi yang dilakukan pemuda Muhammadiyah dan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) menemukan adanya rekayasa tersebut.

Ia mencontohkan sebelum kedatangan massa ternyata gereja sudah dibakar oleh pihak tertentu. Demikian juga pelemparan gedung Pengadilan Negeri (PN) Temanggung yang memulai bukan massa.

“Untuk mengungkap fakta-fakta kerusuhan di Temanggung, pemuda Muhammadiyah dan FUIB telah membuat buku putih,” ujarnya sambil membagikan fotokopin buku putih itu kepada wartawan.

Buku putih tersebut sambung Rohmat nantinya akan diserahkan kepada Polda Jateng guna menjadi referensi dalam mengungkap kasus kerusuhan di Temanggung itu.

Lebih lanjut ia menyatakan, Pemuda Muhammadiyah Jateng juga membentuk tim advokasi dan pencari fakta untuk mengungkap kerusuhan di Temanggung.

“Tim advokasi nantinya juga akan memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang ditangkap aparat kepolisian,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Rohmat juga mengimbau kepada Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah di jateng ikut menjaga semua fasilitas umum, seperti mesjid, gereja, serta usaha Muhammadiyah.

“Anggota Kokam sebanyak 35.000 orang agar ikut menjaga semua fasilitas publik serta milik Muhammadiyah,” ujarnya.

Sementara Gubernur Jateng Bibit Waluyo berharap kerusuhan di Temanggung tak sampai terulang kembali di kemudian hari di Temanggung dan daerah lain

“Kerusuhan di Temanggung harus jadi pengalaman kita semua dan tak akan terulang lagi di Jateng,” ujar dia.

Gubernur juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat di Temanggung bergandeng tangan membangun kembali untuk kesejahteraan rakyat.

Agar kerusuhan tak terjadi lagi, sambung Bibit seluruh masyarakat agar berpegang kepada hukum serta memedomani Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ”Bila ada permasalahan hukum serahkan kepada mekanisme hukum, jangan main hukum rimba,” tandas Gubernur.

oto

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…