Kamis, 10 Februari 2011 18:02 WIB News Share :

Kejakti keluarkan SKPP tiga tersangka korupsi buku ajar Salatiga

Semarang (Espos)--Kejaksaan Tingggi (Kejakti) Jateng telah mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) terhadap tiga tersangka kasus dugaan korupsi buku ajar PT Balai Pustaka tahun 2003-2004 Kota Salatiga.

Kepala Kejakti Jateng Widyapramono ketika dikonfirmasi wartawan di Semarang, Kamis (10/2) membenarkan pihaknya telah mengeluarkan SKPP tersebut.

Pasalnya menurut ia, dari hasil penyidikan terhadap tiga tersangka dugaan korupsi kasus buku ajar di Salatiga itu tak ditemukan adanya kerugian keuangan negara.

“Tak adanya kerugian uang Negara didukung hasil audit Badan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jateng dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” katanya.

Tiga tersangka dugaan korupsi buku ajar PT Balai Pustaka (BP) tahun 2003-2004 masing-masing mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Salatiga Mardiono, mantan Kabid Perbendaharaan BPKD Hj Sri Wityowati, dan mantan Kasubbid Belanja Pembangunan BPKD Sartono.

Menurut Widyopramono dalam proses hukum bila penyidikan ternyata tak ditemukan adanya bukti-bukti maka bisa di terbitkan SKPP, tak perlu dipaksakan untuk dilimpahkan ke pengadilan.

“Jadi SKPP dalam proses hukum tak masalah, daripada dipaksakan di pengadilan ditolak,” tandasnya.

Bila ada pihak-pihak yang keberatan dengan keluarnya SKPP tersebut sambung ia, maka bisa menempuh jalur hukum dengan melakukan praperadilan kepada Kejakti.

“Bila tak puas dengan SKPP bisa ajukan gugatan praperadilan,” tandasnya didampingi Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejakti Setya Untung Arimuladi.

Seperti diketahui proyek buku ajar PT BP tahun 2003-2004 Kota Salatiga senilai Rp 17,6 miliar tersebut, melibatkan sejumlah pihak termasuk mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Salatiga Sutedjo yang telah ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga.

Terpisah Sekretaris Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng Eko Haryanto menyatakan kecewa terhadap Kejakti yang mengeluarkan SKPP kasus korupsi.

Dia menilanya keluarnya SKPP terhadap tiga tersangka korupsi buku ajar Salatiga tersebut sarat adanya intervensi dari kepala daerah. Kondisi ini menyebabkan citra kejaksaan di masyarakat semakin buruk.

“Karena Walikota Salatiga John Manoppo pernah menyatakan di media meminta agar penyidikan kasus korupsi buku ajar dihentikan,” tandas dia.

oto

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…