Kamis, 10 Februari 2011 16:18 WIB Solo Share :

Demo tuntut SBY mundur berakhir ricuh

Solo (Espos)--Demonstrasi mahasiswa di simpang tiga gerbang kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) diwarnai aksi pembakaran poster dan reprika jenazah, Kamis (10/2) pagi. Api sempat membesar karena banyak bahan mudah terbakar.

Namun aparat dari Polres Sukoharjo segera memadamkannya dengan alat pemadam api ringan (APAR). Sempat terjadi adu mulut dan saling dorong antara aparat dan massa demonstrasi. Namun aksi tersebut kembali dapat dikendalikan.

Massa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UMS dalam orasainya menuntut tiga tuntutan, yaitu turunkan harga bahan pangan, tegakkan kedaulatan rakyat dan turunkan rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Para pengunjuk rasa membawa seokor ayam serta keranda mayat. Mereka melakukan aksi treatrikal dengan cara mengurung ayam itu dalam kurungan dan memberinya makan beras. Mereka menilai bangsa Indonesia saat ini masih dijajah dan dikurung oleh pengaruh kekuasaan bangsa asing.

Koordinator aksi, Rahman memaparkan para pejabat masih mengutamakan penentingan golongan, partai dan pribadi di atas kepentingan rakyat.

“Mahasiswa tetap konsisten untuk menyuarakan perubahan, cita-cita keadilan dan penegakan remokrasi,” katanya.

aha

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…