Kamis, 10 Februari 2011 19:27 WIB Sragen Share :

Aktivis Forkos kritisi penanganan hukum di Sragen

Sragen (Espos)–Aktivis Forum Komunikasi Ormas Kepemudaan Sragen (Forkos) Hary Kuncoro mengkritisi penegakan hukum di Bumi Sukowati. Dia menduga ada indikasi keterlibatan mafia hukum di tubuh penegak hukum di Sragen, terutama di Polres Sragen.

Penegasan Hary Kuncoro itu disampaikan kepada wartawan dalam jumpa pers di Sragen, Kamis (10/2). Dia mengupas habis persoalan penanganan kasus yang belum tuntas hingga sekarang. Dia menyinggung kasus dugaan ijazah palsu Bupati Sragen dan sejumlah kasus dugaan korupsi, seperti kasus dugaan korupsi dana kompensasi flu burung, kasus dana purna bhakti dan kasus lainnya.

“Kasus apa pun yang dilaporkan masyarakat ke penegak hukum dan jika kasus itu menyangkut pejabat di Sragen, maka tindak lanjutnya tidak tuntas. Protes masyarakat terjadi dalam bentuk aksi demontrasi beberapa waktu lalu. Melihat sejumlah fakta penegakan hukum yang tidak rampung, maka patut diduga ada praktik mafia hukum di tubuh penegak hukum sendiri,” tandas Hary.

Dia menilai kewajiban-kewajiban yang diatur dalam perundangan tidak dilaksanakan. Dia menyebut kasus dugaan ijazah palsu sejak terjadi pergantian pimpinan di kepolisian Sragen ternyata juga tidak selesai juga.

Sementara Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra saat dihubungi Espos tidak memberi respons atas adanya kritik dari aktivis Forkos itu.

trh

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…