Rabu, 9 Februari 2011 23:52 WIB Klaten Share :

Tiga sub terminal di Klaten mangkrak

Klaten (Espos)--Sebanyak tiga sub terminal di Klaten selama bertahun-tahun ini kondisinya mangkrak. Sub terminal tersebut ialah Bendo Gantungan, Teloyo, serta Manisrenggo.

Kepala UPTD Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Joko Suwanto mengatakan, matinya ketiga sub terminal tersebut disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya karena sepinya armada angkutan umum serta akses jalan yang tak strategis. “Apalagi, saat ini kendaraan bermotor membanjir dan setiap orang memiliki hand phone. Jadi, sepinya armada angkutan umum itu juga memicu matinya sub terminal,” terangnya kepada Espos, Rabu (9/2).

Dia menjelaskan, satu-satunya terminal di Klaten, yakni terminal Jonggrangan hingga saat ini masih berjalan normal. Disusul kemudian sub terminal Penggung, Cawas, Delanggu, dan Tulung. “Untuk sub terminal Teloyo, Bendo Gantungan, dan Manisrenggo telah mati,” paparnya.

Kondisi tersebut diakui Joko menjadikan dilema bagi pengelola terminal. Sebab, di tengah matinya sejumlah sub terminal di Klaten, justru target pendapatan dari sektor terminal dinaikkan. Ia menjelaskan, target pendapatan terminal tahun 2010 lalu ialah hanya Rp 150 juta. Namun, tahun 2011 ini naik menjadi Rp 160 juta. “Ini memang berat meski hanya Rp 10 juta. Tapi, ya akan tetap kami usahakan semampunya agar memenuhi target,” paparnya.

Dia melanjutkan, segala upaya untuk menggiring armada angkutan umum agar masuk ke terminal sebenarnya sudah kerap dilakukan. Namun, ketika kondisi terminal sendiri sudah sepi penumpang, maka pihaknya juga tak bisa memaksa. “Kalau terminal sepi penumpang, masak kami memaksa mereka harus masuk terminal. Kan kami juga memahami kesulitan mereka,” paparnya.

Di sisi lain, banyaknya armada berpelat hitam yang mengangkut penumpang juga membuat karut marutnya lalu lintas di Klaten. Joko mengaku sudah kerap mengingatkan sejumlah armada pelat hitam bersama jajaran Satlantas Polres Klaten. Di perempatan Bendo Gantungan Klaten Selatan misalnya, meski telah dipasang rambu-rambu lalu lintas larangan berhenti, namun tetap saja tak digubris.

“Terutama di simpang jalan menuju Kecamatan Wedi itu. Trayek pelat hitam sampai berjajar-jajar panjang. Padahal, itu kan persimpangan jalan,” paparnya.

asa

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…