Rabu, 9 Februari 2011 06:20 WIB Pendidikan Share :

Tak penuhi syarat, UN puluhan sekolah digabung

Solo (Espos)--Puluhan sekolah di Solo akan menggabung dengan sekolah lainnya, saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2011. Hal ini karena sekolah tersebut tidak memenuhi syarat menyelenggarakan UN sendiri, sebagaimana diamanahkan dalam Prosedur Operasi Standar (POS) UN 2011.

Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo, Maskuri, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (18/2), mengungkapkan sekolah yang tidak bisa menyelenggarakan UN sendiri, adalah sekolah yang tidak memenuhi syarat. Yaitu sekolah yang jumlah peserta UN-nya kurang dari 20 siswa ataupun sekolah yang belum terakreditasi. Namun ia enggan menyebutkan secara pasti jumlah sekolah tersebut.

“Ya puluhan sekolah. Tapi kepastiannya masih menunggu persetujuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Senada, Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Solo, Budi Setiono, mengatakan sekolah yang menggabung saat UN nanti berlaku untuk tingkatan SMP/MTs, SMA/SMK/MA. Di sekolah tersebut, jumlah siswa yang mengikuti UN minimal 20 orang. Jika kurang dari 20 orang, siswa dari sekolah tersebut harus menggabung. “Tapi ketentuan ini tidak berlaku bagi SMPLB dan SMALB,” katanya.

Di dalam POS UN 2011, ditetapkan penyelenggara UN tingkat satuan pendidikan adalah sekolah/madrasah yang memiliki peserta UN minimal 20 peserta didik dan memiliki fasilitas ruang yang layak, serta persyaratan lainnya ditetapkan oleh penyelenggara UN tingkat provinsi. Madrasah/sekolah yang berstatus rintisan bertaraf internasional (RSBI/RMBI) atau sekolah/madrasah bertaraf internasional yang memiliki peserta didik kurang dari 20 orang, boleh menyelenggarakan UN sendiri setelah mendapatkan izin dari Dinas Pendidikan  atau Kanwil Kementerian Agama.

Penggabungan tersebut, kata Budi, dilakukan kepada sekolah yang akreditasinya lebih baik atau bisa juga ke sekolah tersebut. Saat ini sekolah yang menggabung saat UN itu sudah diusulkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
“SMK yang menggabung saat UN, antaralain SMK Cokroaminoto dan SMK Tunas Pembangunan I,” terangnya.

Budi juga mengungkapkan Sabtu (19/2) hari ini akan diadakan sosialisasi UN tingkat SD, SMP, SMA atau yang sederajat di aula SMKN 7 Solo. Tujuannya untuk mempersiapkan sekolah penyelenggara UN, menyamakan persepsi tentang UN dan melakukan beberapa evaluasi agar pelaksanaan UN nantinya sesuai dengan POS UN 2011, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 45/2010 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik, Permendiknas Nomor 46/2010 tentang Pelaksanaan Ujian Sekolah/Madrasah dan UN.

“Rencananya sosialisasi juga akan dihadiri Sekretaris Daerah Solo, Budi Suharto, serta perwakilan Inspektorat dan kepolisian,” ujarnya.

ewt

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…