Rabu, 9 Februari 2011 23:24 WIB Sport Share :

Solo FC maksimalkan Yunet dan Aji

Solo (Espos)–Solo FC akan memaksimalkan performa dua pemain mudanya, Satria Aji dan Yunet HW saat menghadapi bentrok kontra Bogor Raya FC pada lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia di Stadion Manahan Solo, Sabtu (12/2). Dua pemain ini disipakan guna mengantisipasi pengawalan ketat dua striker Solo FC, Stevan Racic dan Zarko Lazetic dari lawan.

“Akhir-akhir ini Stevan dan Zarko sering kali mendapat penjagaan lawan hingga dua sampai tiga pemain. Sehingga mereka tidak bisa bebas ketika berada di jantung pertahanan lawan,” ujar Pelatih Solo FC, Branko Babic ketika ditemui seusai latihan di Stadion Sriwedari, Solo, Selasa (8/2).

Guna sebagai jalan keluarnya, pada bentrok lawan Bogor Raya mendatang, Babic akan mencoba memanfaatkan kemungkinan penjagaan ketat Stevan dan Zarko dengan mengoptimalkan kinerja Yunet dan Aji. Untuk itu Babic akan menggembleng kedua pemain kelahiran Sukoharjo dan Magetan ini agar lebih agresif.

Saat ini, papar Babic, problem utama di skuatnya terdapat pada sektor gelandang. Mereka dinilai kurang memberi dukungan kepada penyerang ketika skuatnya melakukan gempuran.

Menurutnya, serangan ke jantung pertahanan lawan akan efektif jika paling tidak didukung lima pemain. Namun yang terjadi selama ini, suport pemain ke striker saat melakukan gempuran tidak seperti yang diharapkan. Kondisi ini mengakibatkan serangan yang dilancarkan dinilai kurang efektif.

“Kalau hanya mengandalkan dua pemain saja tentu tidak cukup. Mereka harus dibantu gelandang dan sayap agar serangan ke jantung pertahanan lawan efektif,” terang dia.

Di bagian lain Babic mengakui saat ini skuatnya masih memunyai sejumlah problem yang harus dibenahi segera. Di antaranya mental dan teknik passing para pemainnya menjadi prioritas utama program latihan yang ditekankan.

Pelatih asal Serbia ini berpendapat sejumlah pemain lokal yang membela skuatnya sering kali merasa tak percaya diri ketika akan bertanding. Sehingga mereka seakan-akan sudah kalah dulu sebelum bertanding. Hal itu dinilai amat mengganggu kikerja timnya saat bentrok.

“Hal semacam ini tentu tidak bagus bagi sebuah tim. Selain itu mereka banyak membuat kesalahan yang tidak perlu. Mereka kadang juga bingung saat menghadapi pertandingan sehingga tidak bisa membuat keputusan dengan baik, khususnya para pemain muda,” ungkap Babic.

Ditanya target lawan Bogor Raya mendatang, Babic seperti biasa tidak memberi jawaban tegas. Dia hanya menekankan skuatnya harus bermain disiplin dan agresif. Karena kedua hal itu dinilai sebagai hal untuk merebut poin pada pertandingan mendatang.

ian

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…