Rabu, 9 Februari 2011 21:34 WIB Boyolali Share :

Senjata dan kendaraan Kodim diperiksa

Boyolali (Espos)--Dandim 0724/Boyolali Letkol (Arh) Soekoso Wahyudi melakukan pemeriksaan kelengkapan inventaris kendaraan operasional dan kendaraan milik para anggota Kodim serta senjata organik di halaman Makodim setempat, Rabu (9/2).

Langkah itu dilakukan sebagai upaya antisipasi dini kerawanan yang muncul, menyusul kerusuhan yang terjadi di Temanggung, Selasa (8/2) lalu.

“Pemeriksaan itu dilakukan sebagai antisipasi sesuai dengan perintah Danrem. Selain itu, pemeriksaan kendaraan itu dilakukan dikarenakan rumah para anggota itu juga tersebar. Dengan pemeriksaan itu diharapkan mereka siap ketika ada panggilan untuk pengamanan,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela pemeriksaan, Rabu.

Dandim menambahkan pihaknya juga telah menyiapkan sebanyak satu peleton pasukan untuk pengamanan. Pihak Kodim, jelasnya, juga telah memerintahkan seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) di 19 kecamatan di Boyolali untuk meningkatkan kewaspadaan dengan berbaur bersama masyarakat untuk melakukan sosialisasi kewaspadaan dini terhadap kemungkinan adanya provokasi.

Ditambahkan Dandim, hingga saat ini belum ada laporan terkait kemungkinan adanya kerawanan yang berpotensi permasalahan sosial, seperti kerusuhan di Temanggung dan kasus Ahmadiyah.
Kendati demikian, Dandim menambahkan seluruh anggota Kodim Boyolali harus tetap waspada memantau seluruh wilayah di Boyolali.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas di wilayah masing-masing.

Dandim menambahkan hingga saat ini Kodim 0724/Boyolali memiliki 115 motor dinas operasional yang berada di 19 koramil. Saat ini, jelasnya, kondisinya baik dan siap digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Mengenai kondisi senjata yang dimiliki Kodim, Dandim mengatakan saat ini dalam kondisi baik dan bisa difungsikan. Jumlah senjata mencapai 120 pucuk senjata, yang terdiri dari 90 pucuk pistol dan senjata laras panjang M-16 sebanyak 30 buah.
Diakui Dandim, dengan jumlah kendaraan yang dimiliki memang masih kurang. Sehingga dilibatkannya kendaraan pribadi milik anggota dimaksudkan untuk mempermudah dalam koordinasi.

Terpisah, Pemkab Boyolali menggelar rapat menyikapi kerusuhan yang terjadi di Temanggung dan bentrokan warga dengan pengikut Ahmadiyah di Banten beberapa waktu lalu.

Dalam rapat yang diikuti unsur TNI, Polri, tokoh masyarakat dan agama serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Rakor ini untuk menyikapi perkembangan. Sementara saat ini kondisi di Boyolali masih kondusif, meski harus tetap waspada,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Boyolali Sumantri kepada wartawan seusai rapat, Rabu.

Rapat itu, jelas Sumantri, juga untuk menyamakan persepsi tentang antisipasi penanganan kerusuhan dalam Rakor Muspida.

fid

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…