Rabu, 9 Februari 2011 05:00 WIB Solo Share :

Pro dan kontra terkait pemugaran Pasar Klewer
Pedagang minta jajak pendapat

Pasar Klewer. Foto: Internet

Solo  (Espos) — Pedagang Pasar Klewer meminta Pemerintah Kota Solo agar segera menyelesaikan permasalahan rencana pemugaran Pasar Klewer. Bentuk penyelesaian yang diinginkan pedagang yaitu segera dilakukan jajak pendapat dengan responden seluruh pedagang.

Salah satu pedagang Pasar Klewer, Inayah, saat ditemui <I>Espos</I> mengatakan para pedagang saat ini resah terkait adanya pedagang yang pro dan kontra dengan rencana pemugaran.

“Kalau Pemkot memang serius menggarap pemugaran, tidak hanya wacana, mestinya segera dilakukan jajak pendapat. Jangan membiarkan bola panas ke mana-mana,” katanya, Senin (7/2).

Jajak pendapat perlu dilakukan agar ada kepastian nasib pedagang. Inayah mengaku mengaku propemugaran, namun ia berharap jajak pendapat menjadi jalan keluar atas permasalahan yang terjadi.

“Seandainya mayoritas memilih tidak dipugar, ya tidak perlu dipugar. Kami yang setuju harus <I>legawa<I>. Namun jika banyak yang pro, tentunya dapat segera ditindaklanjuti Pemkot,” ujarnya.

Ia mengatakan sejak ada pusat perbelanjaan Pusat Grosir Solo (PGS), dirinya dan pedagang lain mengalami penurunan keuntungan. Hal itu, menurutnya, karena kalah bersaing dalam hal fasilitas, kenyamanan dan keamanan pengunjung.

“Kalau harga sama, yang satu nyaman yang satu sumpek, pilih mana?” katanya. Di Pasar Klewer, katanya, terasa sangat penuh dan sumpek. Orang masuk ke pasar pasti berjalan miring karena kanan kiri penuh dagangan. Itu, katanya jelas berbeda jika dibandingkan dengan PGS yang lebih luas dan nyaman.

Selain itu, minimnya fasilitas parkir kendaraan roda empat juga membuat daya saing Pasar Klewer makin turun. Ia mengaku banyak kehilangan pelanggan luar kota gara-gara lokasi parkir jauh dari pasar. Ia memandang dengan pemugaran, pasar akan lebih tertata dan bermanfaat bagi pedagang hingga puluhan tahun mendatang.

”Berpikirnya jangan hanya dua atau tiga tahun ke depan, tapi harus berpikir panjang,” katanya. Ia berasumsi saat pemugaran dan pascapemugaran tentu akan ada penurunan penghasilan. Namun kondisi itu akan terbayar jika pasar sudah mulai ramai kembali.

Sebelumnya Ketua Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Abdul Kadir memaparkan alasan penolakan pemugaran. Di antaranya ancaman kapitalisasi pasar yang akan berdampak harga kios yang jauh lebih tinggi. Pedagang khawatir bangkrut saat pemugaran serta kehilangan pelanggan tetap. aha

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…