Rabu, 9 Februari 2011 14:32 WIB News Share :

Polisi tetapkan 2 tersangka kasus penyerangan Ahmadiyah di Cikeusik

Jakarta — Polisi telah resmi menetapkan 2 tersangka yakni U dan A terkait penyerangan anggota Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Satu diantaranya sudah dilakukan penahanan.

“Dua tersangka. Satu sudah ditahan yang satu belum ditahan masih dilengkapi alat bukti,” ujar Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (9/2).

Boy mengatakan, kedua tersangka dijerat pasal 351 ayat 3 dan 170 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dan pengeroyokan. Hingga siang ini, belum ada penambahan tersangka atas kasus itu.

Boy mengimbau agar kasus Cikeusik tidak terulang lagi. Masyarakat diimbau tidak mudah diprovokasi yang berakibat pelanggaran hukum.

“Mengharapkan peran serta aktif masyarakat untuk membantu, agar kehidupan bisa ke arah yang lebih baik. Kita saudara sebagai bangsa yang besar, terdapat kemajemukan masyarakat. Hindari potensi konflik horizontal seperti ini,” tukasnya.

Insiden Ahmadiyah di Cikeusik menelan 3 korban tewas, 5 di antaranya luka-luka. 13 Orang saksi telah diperiksa oleh polisi.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…