Rabu, 9 Februari 2011 23:32 WIB Solo Share :

Hentikan kekerasan SARA...!

Solo (Espos)–Sejumlah kalangan masyarakat Kota Solo menyerukan perdamaian di antara pihak-pihak yang terlibat konflik berbau suku agama dan ras (SARA-red) di Tanah Air seperti di Temanggung, Jawa Tengah (Jateng) dan Pandeglang, Jawa Barat (Jabar).

Seperti disampaikan sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS), Drajat Tri Kartono dan Ketua Umum HMI Cabang Solo, Eka Nada Shofa Alkhajar, kepada Espos Rabu (9/2) petang. Menurut Drajat kekerasan Sara berpotensi merembet ke daerah-daerah lain termasuk Soloraya. Apalagi di Soloraya terdapat juga penganut Ahmadiyah dan kelompok Islam garis keras.

“Bisa saja terjadi kelatahan kerusuhan di daerah-daerah lain. Forum antar umat beragama bersama pemerintah dan aparat harus cegah ancaman ini,” tandas dia.

Menurut Drajat kalangan grassroot merupakan kelompok paling berisiko melakukan tindakan kekerasan berlatar belakang SARA. Untuk itu tokoh-tokoh agama harus mau terjun langsung ke umat untuk menenangkan dan memberikan pemahaman berlaku toleran. Begitu juga pemerintah harus tegas dan tuntas mengimplementasikan prinsip Bhineka Tunggal Ika. Jangan sampai pemahaman keanekaragaman masyarakat sebatas dimengerti sebagian rakyat.

Yang juga tak boleh ketinggalan mengenai peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebab tidak jarang konflik SARA dipicu persoalan sosial ekonomi. Eka Nada Shofa menyoroti peran negara/pemerintah dalam beberapa kasus kerusahan berlatarbelakang SARA. Menurut dia negara gagal memerankan diri dalam menjaga kedamaian dan keamanan warganya. Tindakan kekerasan tidak dibenarkan dalam konteks kebebasan manusia menentukan pilihan.

“Ágama yang benar adalah yang hormati kemerdekaan manusia menentukan pilihan,” katanya.

Eka mencontohkan situasi Solo yang relatif kondusif kendati tidak sedikit juga penganut Ahmadiyah di kota ini. Tokoh agama bersama pemerintah dan aparat harus bisa selalu menjaga keharmonisan hubungan antar umat beragama yang sudah dijalin.

kur

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…