Rabu, 9 Februari 2011 19:09 WIB Solo Share :

Diberlakukan tiket, pengunjung Sekaten berkurang

Solo (Espos)--Pemberlakuan tiket masuk bagi pengunjung ke area halaman Pagelaran Keraton Solo berdampak pada sepinya pemasukan. Salah satu pedagang sandal, Ramadhan, mengatakan sejak diberlakukan tiket masuk per Selasa (8/2) lalu, pengunjung turun drastis.

“Akibatnya kami mengalami penurunan keutungan hingga 50%,” katanya saat ditemui Espos di stannya, Rabu (9/2). Saban hari sebelum pemberlakuan tiket, dirinya mampu meraup pendapatan Rp1,5 juta. Namun mulai Selasa hingga Rabu kemarin, dirinya hanya mendapat Rp 700.000 per hari.

Meski demikian, dirinya mengaku pasrah dengan kondisi tersebut. Pasalnya, hal itu sudah menjadi kesepakatan awal dengan pihak pengelola Maleman Sekaten. “Kalau mau menolak, saya sudah membayar uang sewa 75%, pergi malah rugi tambah besar,” ujar warga Kartasura, Sukoharjo ini.

Pengamatan Espos di lokasi pintu masuk, sejumlah pengujung terlihat kaget karena harus membayar tiket masuk kompleks pagelaran Rp 1.000 per tiket. Bahkan ada yang batal masuk dan memilih berjalan-jalan di sekitar Alun-alun Utara.

Sebenarnya pihak panitia memberi kelonggaran kepada pengunjung untuk membeli tiket tidak sama dengan jumlah orang. Namun hal itu kurang dipahami.

Ketua panitia Maleman Sekaten, KRMH Satryo Hadinagoro mengatakan fungsi sistem tiket itu untuk menyaring pengunjung yang masuk ke area pagelaran. Karena pengalaman sebelumnya, area sekitar pagelaran digunakan anak punk berkumpul. Tidak sedikit ada keributan yang membuat pengunjung lain tidak nyaman.

“Dibanding harga yang lain atau uang parkir, Rp 1.000 itu lebih kecil,” katanya.

Dirinya tetap akan memberlakukan sistem itu karena telah menjadi keputusan awal serta disetujui pedagang. “Saya lihat tidak terlalu berpengaruh dengan jumlah pengunjung. Tadi malam juga sama ramainya,”imbuhnya.

aha

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…