Rabu, 9 Februari 2011 11:30 WIB Ekonomi Share :

Beras dan cabai turun, giliran kedelai dan Migor picu inflasi

Jakarta — Harga beras dan cabai telah menunjukkan tren penurunan. Sekarang giliran minyak goreng (migor) dan kedelai yang bakal menjadi pemicu inflasi di Februari 2011.

Hal ini disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan ketiaka ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (9/2/2011).

“Memang kita lihat beras negatif, turun, itu harapan besar untuk inflasi supaya bulan ini tidak begitu naik karena beras turun. Kemudian cabai kalau kita lihat mingguannya cabai merah rawit, semuanya dalam keadaan turun juga,” ujar Rusman ketika ditemui

Dengan demikian, Rusman berharap penurunan harga komoditas tersebut bisa menarik inflasi ke bawah meskipun dia belum bisa memastikan akan terjadi deflasi akibat penurunan harga beras dan cabai.

“Mudah-mudahan ini juga beri sinyal tekanan inflasi di bulan Februari tidak terlalu besar. Mudah-mudahan ya, karena saya belum tahu karena masih ada minggu ketiga atau keempat,” ujarnya.

Namun, Rusman menyatakan saat ini pemerintah mewaspadai kenaikan harga kedelai dan minyak goreng. Pasalnya, kenaikan harga kedelai ini dapat memengaruhi harga tahu dan tempe.

“Terus yang tadi agak direspon karena ada tren kenaikan di kedelai nanti implikasi di tahu dan tempe. Nah, itu perlu kita lihat minyak goreng juga, gula pasir agak bertahan sedikit itu saja,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Rusman, pada bulan Februari ini jikapun ada inflasi akan tipis. Begitu pun dengan deflasi, seandainya ada tetapi tidak terlalu tinggi.

“Jadi kalau ada inflasi itu tipis. Kalau ada deflasi juga tipis sebab ada beberapa yang turun tapi juga ada masih ada yang naik seperti migor, kedelai, tapi mudah-mudahan tidak seperti yang kita bayangkan di kuartal I-2010. Insya Allah lebih rendah daripada Januari juga,” tegasnya.

Untuk inflasi secara keseluruhan, Rusman menegaskan ujian terberat pemerintah ada pada bulan Februari, Maret, dan April. Jika pemerintah mampu menahan inflasi pada posisi rendah maka target inflasi 5,3% hingga akhir tahun bisa tercapai.

“Kita ini kan ujian bagi dunia pengusaha, masyarakat dan lainnya. Kalau dia cukup lunak inflasinya mungkin ada harapan. Lunak itu 0,1%, 0,2%, deflasi itu jenis yang lunak-lunak ya,” tandasnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…