Selasa, 8 Februari 2011 17:08 WIB Solo Share :

Tak kunjung menikah, 7 Linmas akan diruwat

Solo  (Espos) — Tujuh petugas perlindungan masyarakat (Linmas) Kepatihan Wetan, Jebres, akan menjalani <I>ruwatan</I> dalam <I>Pesta Rakyat Babad Kepatihan</I> 2011, Senin-Selasa (14-15/2) mendatang.

Ruwatan dilakukan, karena tujuh petugas Linmas itu belum juga menikah atau mempunyai pasangan. Padahal umur mereka sudah berkepala tiga. Penjelasan itu disampaikan Lurah Kepatihan Wetan, Tuti Orbawati R Ssen MSn dan Wakil Ketua Panitia <I>Pesta Rakyat Babad Kepatihan Wetan</I>, F Mulyono SIP saat ditemui <I>Espos</I> Selasa (8/2).

Ruwatan bisa juga diikuti masyarakat umum yang bermaksud menghindari <I>Betara Kala</I>. Seperti anak tunggal, <I>kedana-kedini</I> atau sepasang anak putra-putri, serta <I>Pandawa Lima</I> atau lima anak berjenis kelamin laki-laki. “Konsep awal kami akan tonjolkan tradisi ruwatan ini. Tapi setelah menggali sejarah budaya diketahui Kepatihan Wetan mempunyai potensi gamelan peninggalan Pakubuwono X,” ujar Lurah Orbawati.

Pada tahun 1950 PB X memberikan gamelan tersebut kepada keponakannya, Sosroningrat yang merupakan anak dari Kanjeng Gusti Suryohamidjoyo. Sosroningrat diperintahkan untuk memperkenalkan dan melestarikan gamelan di luar lingkungan Keraton Kasunan Surakarta. Pasalnya saat itu kesenian gamelan hanya dikenal di lingkungan dalam keraton.

“Sosroningrat diberi tempat di Kepatihan untuk menjalankan perintah itu. Saat itu dia berhasil menciptakan notasi gamelan yang dikenal dengan notasi laras kepatihan. Yakni laras <I>slendro pelog</I> yang dikenal sampai sekarang,” imbuh Orbawati.

Menurut dia pesta rakyat diharapkan mampu menjadi kegiatan tahunan sesuai visi Solo Kota Budaya. Selain ruwatan dan pesta gamelan, pesta rakyat akan diisi kira budaya, pengajian dan bazar. Berbeda dengan kegiatan serupa di kelurahan lain, tidak ada sesi perebutan barang/makanan dalam pesta rakyat. Kirab budaya akan diikuti rombongan penabuh gamelan dan alat gamelan itu sendiri, kelompok kesenian reyog, serta kreasi budaya siswa-siswi SMKN 8 Solo.

F Mulyono menaksir kebutuhan dana pesta rakyat Rp 32 juta. Pemkot Solo membantu Rp 19 juta sisanya diupayakan dari swadaya masyarakat. Lokasi pesta rakyat ruas jalan depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo hingga depan Kantor Kelurahan Kepatihan Wetan.<B>kur</B>

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…