Selasa, 8 Februari 2011 21:25 WIB Boyolali Share :

Polres Boyolali pantau aktivitas jemaah Ahmadiyah

Boyolali (Espos) — Mengantisipasi dampak bentrok warga dengan jemaah Ahmadiyah di Banten, jajaran Polres Boyolali melakukan pemantauan terhadap aktivitas para penganutnya, sebagai upaya menjaga iklim kondusif di Kota Susu.

“Ada tujuh orang yang menjadi anggota jemaah Ahmadiyah di Boyolali,” ujar Kapolres Boyolali AKBP Romin Thaib kepada wartawan di Mapolres setempat, Selasa (8/2).

Kapolres menambahkan dari pemantauan yang dilakukannya, para penganut Ahmadiyah yang ada di Boyolali lebih banyak melakukan aktivitas keagamaannya di Kota Solo. Sehingga, tidak ada aktivitas keagamaan di Boyolali. Para penganut itu, jelasnya, kemudian berbaur dengan masyarakat sekitar.

Meski demikan,  pihaknya tidak akan tinggal diam untuk melakukan pengawasan, dalam rangka menjaga ketertiban masyarakat. Selain itu, pihak Polres juga menjalin koordinasi dengan jajaran Muspida serta Ormas lainnya dan tokoh keagamaan.

Dengan kondisi saat ini, Kapolres berharap iklim keamanan di Boyolali bisa terjaga. Pihaknya juga mengajak masyarakat ikut serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masing-masing. Kapolres menambahkan pihaknya juga telah menginstruksikan seluruh anggotanya untuk melakukan patroli keliling. Langkah itu dilakukan agar bisa diantisipasi jika terjadi permasalahan di lapangan. <B>fid</B>

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…