Selasa, 8 Februari 2011 17:22 WIB Wonogiri Share :

Peringatan HPN di Wonogiri
Rajin baca koran, anak SD pun melek politik

Foto: JIBI/SOLOPOS/Suharsih

Wajah Laila Kusuma terlihat serius saat duduk di antara lembaran koran bersama beberapa teman sekelasnya di trotoar Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Selasa (8/2) pagi. Sepasang mata siswi kelas V SDN 1 Wonogiri itu mengamati judul-judul berita di salah satu halaman koran.

Pilihannya ternyata jatuh pada berita berjudul <I>19 Politisi Dikirim ke Bui</I> yang menjadi <I>headline</I> di halaman koran itu. Dia pun menggunting dan menempelkan potongan berita itu pada selembar kertas putih polos untuk dibuat kliping. Teman-temannya melakukan hal serupa namun pada berita yang berbeda.

Pemilihan berita itu oleh Laila bukannya tanpa alasan. Siswi kelas V mengaku memang suka membaca berita mengenai politik di koran-koran. “Saya suka <I>aja</I> berita tentang politik. Makanya hari ini saya bikin kliping berita politik. Menurut saya berita politik itu menarik. Saya jadi tahu apa itu korupsi,  mafia pajak, penyuapan, dan apa dampaknya bagi negara dan masyarakat,” kata gadis kecil berkacamata itu.

Ketika ditanya, Laila mengatakan korupsi adalah tindakan yang bisa mengakibatkan kerugian negara dan hukuman yang pantas untuk koruptor adalah penjara seumur hidup. Namun demikian, salah satu temannya, Fitriana Christi tidak sependapat. Fitri mengatakan koruptor mestinya dihukum mati.

Sedangkan Fatiha berpendapat para koruptor sebaiknya dipotong tangannya karena sudah mencuri uang negara yang berarti uang rakyat. “Ya pantasnya dipotong saja tangannya. Salahnya sendiri mencuri,” celotehnya.

Mendengarkan celotehan siswa-siswinya itu, salah seorang guru SDN 1 Wonogiri, Sumilah hanya tersenyum. Dia mengatakan siswa di sekolahnya memang banyak yang gemar membaca koran. Tak heran jika mereka jadi melek politik.

“Kami menyadari pentingnya media massa dalam membantu pembelajaran siswa di sekolah. Karena itulah, hari ini (kemarin) kami mengadakan kegiatan membuat kliping. Ini sudah jadi kegiatan rutin,” ungkap Sumilah.

Hal senada diungkapkan Suparmin, guru SDN 1 Wonogiri yang juga penanggungjawab rintisan sekolah dasar bertaraf internasional (RSDBI). Menurutnya, sudah sejak lama media massa menjadi sarana pembelajaran di SD tersebut.

“Khusus untuk hari ini kami mengadakan <I>outing class</I> membuat kliping. Selain untuk memperingati hari kliping tanggal 7 Februari juga memperingati Hari Pers Nasional tanggal 9 Februari,” kata Suparmin.

Tujuan kegiatan itu, kata dia, agar mendekatkan anak sejak dini kepada media massa sebagai sumber pengetahuan di luar buku pelajaran di sekolah. Kegiatan itu diikuti sekitar 250 siswa kelas IV dan V. Kliping hasil karya siswa itu akan dikumpulkan dan dijadikan koleksi perpustakaan sekolah.

Suharsih

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…