Selasa, 8 Februari 2011 00:13 WIB Ekonomi,Sukoharjo Share :

Kuota ditambah, harga elpiji 3 kg masih tinggi

Sukoharjo (Espos)—Penambahan kuota elpiji ukuran 3 kg sebanyak 1.500 tabung/hari di Sukoharjo belum mampu menstabilkan harga barang bersubsidi tersebut. Harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer tetap tinggi mencapai Rp 17.000/tabung. Warga Desa Grajekan, Kecamatan Tawangsari, Sri Mulyani, 47, mengatakan harga elpiji 3 kg di daerahnya menembus Rp 16.000-Rp 17.000/tabung. Tingginya harga barang bersubsidi tersebut sudah terjadi selama sebulan terakhir.

“Masuk Februari ini harganya belum turun. Baru kemarin (Minggu-red), saya beli di toko masih sama Rp 17.000/tabung,” jelas Sri kepada Espos, Senin (7/2). Dia menambahkan harga elpiji 3 kg di setiap pengecer satu dengan lain berbeda, rata-rata masih di atas Rp 15.000/tabung. Akan tetapi, imbuh dia, harga elpiji 3 kg di sejumlah minimarket justru harganya lebih miring dibandingkan harga di toko-toko lain.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Weru. Wahyono, 49, warga Desa Karangmojo, Kecamatan Weru, mengatakan harga elpiji 3 kg di daerahnya berkisar Rp 16.000-Rp 17.000 WIB. Karena dianggap terlalu memberatkan, menurut Wahyono, sejumlah warga di daerah tersebut beralih menggunakan bahan bakar lain untuk memasak di antaranya kayu bakar. Dia meminta agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) segera turun ke bawah memantau harga elpiji. Sementara itu, Joko Yunianto, 50, warga Pandeyan RT 2/RW III, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo mengatakan harga eceran elpiji 3 kg belum mengalami perubahan kendati sudah ada penambahan kuota dari pemerintah. Joko yang juga pengecer elpiji 3 kg di Keluarahan Jetis mengaku mengambil elpiji dari agen dengan harga Rp 15.000/tabung. Elpiji itu dijual ke warga dengan harga Rp 16.000/tabung.

“Kalau untuk pasokan, memang saat ini sudah lancar, tidak seperti kemarin-kemarin. Tapi kalau harga, masih tetap sama. Saya sendiri juga belum tahu penyebabnya. Tapi kalau di tingkat pengecer sendiri kami tidak pernah main-main, wong ngambil untungnya saja cuma sedikit,” tandas Joko.

Seperti diberitakan, Mulai Februari, Sukoharjo mendapat tambahan kuota elpiji 3 kg sebanyak 1.500 tabung/hari sehingga dalam sehari kuota elpiji 3 kg di Kota Makmur mencapai 13.500 tabung. Sebelumnya, Sukoharjo mendapatkan kuota elpiji 3 kg sebanyak 12.000 tabung/hari (SOLOPOS, 7/2).

hkt

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…