Selasa, 8 Februari 2011 08:02 WIB News Share :

Kronologi kecelakaan bus maut Tri Sakti di Temanggung

Semarang – Endah, warga Desa Telogorejo, tidak pernah pernah menyangka Bus Tri Sakti yang biasa ditumpangi justru menjadi pembawa petaka baginya. Bagaimana tidak, 11 orang tewas setelah bus ini masuk ke jurang sedalam 20 meter.

Endah kini tengah dirawat di RS Djojonegoro akibat luka bakar di sebagian wajahnya. Saat bus masuk ke jurang, Endah yang duduk di tengah, terlempar ke depan sehingga wajahnya menyentuh mesin di bagian depan.

Sambil meringis kesakitan, Endah menceritakan bagaimana bus itu bisa sampai terperosok ke jurang. Dia menumpang bus dengan nopol AA 1065 HD jurusan Semarang-Yogyakarta usai berkuliah di Undip.

Tepat di jembatan Kali Telon, Desa Gemawang, Kabupaten Semarang, bus yang dikemudikan oleh Agus Hermawan ini hendak melewati truk tronton yang ada di depan. Bus ini pun menambah laju kendaraannya, tepat di turunan tajam Pringsurat.

“Tiba-tiba di depan dari arah berlawanan ada truk pasir,” tutur Endah.

Sang sopir bus pun mencoba menghindari truk tersebut. Malangnya, bus ini masih juga tersenggol bagian belakang truk pasir.

“Langsung masuk jurang, nabrak 4 sampai 6 pohon sampai tumbang,” lanjut Endah.

Tiba-tiba saja, Endah sudah berada di dalam posisi terjepit. Beruntung warga langsung berusaha mengeluarkan dia dalam bus ini.

Endah juga menceritakan, jika penumpang yang ada di dalam bus ini cukup penuh. Bahkan sebuah bangku diletakkan di tengah-tengah untuk menambah jumlah penumpang agar bisa duduk.

“Lagi penuh busnya,” tutup Endah yang mengaku bus Tri Sakti terkenal karena kecepatannya.

dtc/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…