Selasa, 8 Februari 2011 19:50 WIB Solo Share :

Komisi II tunda tinjau Rusunawa Jurug

Sumber ilustrasi foto: Suaramerdeka.com

Solo (Espos) — Komisi II DPRD Solo yang berencana melakukan peninjauan lapangan ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Jurug, Jebres, dan Kerkop, Purwodiningratan, Selasa (8/2), ditunda. Alasannya pembangunan fisik Rusunawa belum signifikan alias baru mencapai 30 persen.

Penjelasan itu disampaikan Kepala UPTD Rumah Sewa Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo, Toto Jayanto saat ditemui <I>Espos<I> di kantornya, Selasa siang. “Sebelumnya Komisi II memang mengajak kami meninjau Rusunawa Kerkop dan Jurug. Tapi karena pembangunan fisik baru mencapai 30 persen agenda itu ditunda,” katanya.

Peninjauan Rusunawa untuk mengetahui langsung kondisi fisik bangunan. Serta memastikan bangunan dalam kondisi baik atau sesuai standar. Penggarap Rusunawa Kerkop dan Jurug yakni PT Hutama Karya yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN). Pembangunan dua Rusunawa diyakini mundur dari jadwal penyelesaian April tahun ini. Namun Toto berharap pertengahan 2011 pembangunan Rusunawa sudah selesai. Sehingga DPU bisa memulai pemasangan jaringan listrik di bangunan pertama Rusunawa Jurug.

“Semoga Juni-Juli pembangunan Rusunawa sudah memasuki tahap <I>finishing<I> sehingga bisa dilakukan pemasangan jaringan listrik di Rusunawa Jurug,” katanya. Menurut Toto jaringan listrik Rusunawa Jurug akan dipasang sebesar 53 KVA. Saat ini baru dipasang sebesar tiga KVA yang belum memenuhi kebutuhan. Pada bagian lain seorang petugas keamanan proyek Rusunawa Jurug, Jarot mengungkapkan beberapa kali maling menyatroni kompleks Rusunawa Jurug.

Pasalnya sejak bangunan I Rusunawa Jurug yang merupakan proyek Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) selesai pertengahan 2010 lalu tak kunjung dioperasikan. Beberapa panel listrik menjadi sasaran empuk pencuri. Laki-laki asal Kecamatan Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah (Jateng) itu memperkirakan nilai panel listrik yang dicuri mencapai Rp 100 juta. “Dikarenakan Rusunawa belum diserahkan ke Pemkot Solo, saya masih ditugasi menjaga keamanan. Untuk fisik bangunan sejauh ini tidak ada masalah, kondisinya cukup baik,” imbuhnya.<B>kur<B>

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…