Selasa, 8 Februari 2011 13:20 WIB Solo Share :

Ki Manteb yakin wayang di Museum Radya Pustaka palsu

Ki Manteb Soedharsono. Foto: Internet

Solo (Espos)–Dalang Ki Manteb Soedarsono memastikan sebagian besar wayang kulit koleksi Museum Radya Pustaka Solo palsu. Hal ini ia sampaikan saat kmendatangi museum itu, Selasa (8/2).

Ditemani dalang wayang kampung sebelah (WKS) Ki Jlitheng Suparman, Manteb mengecek kondisi wayang koleksi museum yang masih tersimpan didalam lemari kaca.

Ia menduga ada pihak tertentu yang menjual koleksi wayang peninggalan Paku Buwono X tersebut. “Saya ketemu Walter Angst di Jerman, dia baru membawa wayang gedhog satu kotak penuh PB X, juga ada satu kotak baru tapi campur. Ada wayang gedhog PB X dan wayang biasa biasa. Dia mengaku beli itu dari Solo,” kata dalang berjuluk Dalang Setan itu.

Pihaknya mendesak pihak yang beratanggungjawab pengelolaan museum itu melaporkan hal ini ke pihak kepolisian. “Ayo bersama-sama dilaporkan ke pihak berwajib, entah ketemu atau tidak, harus diusut,” katanya.

Sekretaris Komite Museum Radya Pustaka Solo, Djaka Darjata, akan melaporkan adanya temuan itu ke Walikota Solo untuk menentukan langkah selanjutnya. Pihaknya juga siap membentuk tim khusus untuk mengidentifikasi koleksi wayang yang saat ini masih disimpan. “Tim ini akan mengidentifikasi secara menyeluruh, jadi tidak hanya sekedar pandangan mata saja,” ujarnya.

Djaka menjelaskan, menurut hasil reinventarisasi yang dilakukan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (PB3) Jateng pada 24 november- 3 Desember 2007, jumlah wayang koleksi museum masih sama dengan jumlah yang saat ini ada. “Di buku itu tidak ada soal palsu atau asli, tapi hanya menerangkan jumlahnya,” tandasnya.

aha

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…