Selasa, 8 Februari 2011 05:05 WIB Solo Share :

Kemenhub
Operasikan BST di bandara

Solo (Espos)–Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta pengelola Bandara Adi Soemarmo Solo memberi jalan Batik Solo Trans (BST) untuk beroperasi di bandara kebanggaan warga Soloraya itu. Penegasan disampaikan Kemenhub melalui surat nomor BM.202/4/9/DSPD/2011 yang diterima Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, belum lama ini. Surat itu ditandatangani Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan, Elly Andriani Sinaga, atas nama Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Dalam surat itu disebutkan sejumlah poin yang merupakan tindak lanjut hasil kunjungan kerja Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam integrasi tiket antarmoda Trans Jogja-KA Prameks-BST.

Salah satu poin itu menyebut BST diharapkan melayani penumpang dari dan ke Bandara Adi Sumarmo. Kepala Dishub Solo, Yosca Herman Soedrajat, mengatakan akan menindaklanjuti surat tersebut dengan melayangkan surat kepada PT Angkasa Pura I, selaku pemegang otoritas Bandara Adi Soemarmo. Yosca menegaskan pengoperasian BST melalui bandara bukan perkara sulit. Dia memastikan 15 BST siap singgah di bandara, sepanjang diberi peluang.

“Segera kami tindak lanjuti dengan surat ke pengelola bandara. Kami harap ini menjadi awal dibukanya peluang BST melayani penumpang dari dan ke bandara,” ungkapnya, saat ditemui Espos, di ruang kerjanya, Senin (7/2).

Selama ini, BST hanya melalui rute Terminal Kartasura-Palur pulang pergi (PP). Namun, BST bisa diatur melalui bandara. Hal itu menyusul telah dikantonginya surat izin melintasi wilayah Kabupaten Boyolali dari Dishub setempat. Secara teknis, tegas Yosca, tak ada kendala untuk mengoperasikan BST melalui Bandara Adi Soemarmo.

Lebih jauh, dia menyadari keberadaan BST bisa dipastikan akan mengurangi pemasukan puluhan taksi yang telah beroperasi di bandara yang dikelola Puskop AU Lanud Adi Soemarmo. Namun, Herman yakin semakin banyak moda transportasi yang keluar masuk bandara, Bandara Adi Soemarmo bakal semakin ramai. “Ini keuntungan untuk semua. tidak ada yang rugi dengan dibukanya bandara untuk moda transportasi lain, di luar taksi. Sayang sekali, bandara sebagus Adi Soemarmo sepi karena jauh dari akses moda transportasi,” ujar dia. Sebelumnya, Badan Promosi Pariwisata Indonesia Kota Solo (BPPIS) telah mengadakan pertemuan dengan pihak PT Angkasa Pura I terkait dibukanya bandara untuk moda transportasi lain, selain taksi Puskop AU. Dalam pertemuan itu General Manager PT Angkasa Pura I, Andri Iskandry mengatakan pihaknya tidak membatasi armada yang masuk ke bandara. Hanya saja jika bus umum ingin masuk bandara, diharapkan telah mendapatkan izin dari pengelola taksi.

tsa

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…