Selasa, 8 Februari 2011 11:13 WIB News Share :

Kemenbudpar didepak, RI kirim surat ke New7Wonders

Jakarta – Jero Wacik rupanya benar-benar tersinggung dengan didepaknya Kementerian Budaya dan Pariwisata dari Official Supporting Committee oleh Yayasan New7Wonders. Jero pun menunjuk Todung Mulya Lubis menjadi pengacara Kemenbudpar.

“Ya, nanti siang saya akan bertemu dengan Pak Jero Wacik untuk mendiskusikan masalah ini. Saya sudah baca bahan-bahannya dan nanti akan kita bicarakan,” kata Todung saat berbincang dengan detikcom, Selasa (8/2).

Todung mengatakan, pihaknya telah membuat surat kepada Yayasan New7Wonders. Isi surat itu intinya mempertanyakan alasan didepaknya Kemenbudpar dari ‘pengawal’ Pulau Komodo sebagai salah satu finalis New7Wonders.

“Suratnya sudah saya buat, tapi nanti akan kita diskusikan dulu dengan Pak Menteri,” kata Todung. Todung juga mengatakan, surat tersebut telah dikirimkan ke Yayasan New7Wonders, namun untuk langkah selanjutnya, perlu dibicarakan.

Sebelumnya, Jero mengaku sangat kesal dengan sikap yayasan. Ia bahkan mengancam yayasan tidak boleh menggunakan nama Komodo untuk kepentingan apapun juga. Menurutnya, Pulau Komodo milik Indonesia dan jika ingin menyebutnya, pihak New7Wonders harus meminta izinya selaku Menteri Budpar.

Yayasan New7Wonders menyatakan Komodo tetap bertahan dalam nominasi dan Kemenbudpar dikeluarkan dari Komite Pendukung Resmi. Reaksi Kemenbudpar dinilai negatif oleh Yayasan.

“Mereka bereaksi dengan informasi salah yang kejam, memunculkan (isu) soal komitmen finansial dan tindakan penuh prasangka untuk menutupi kurangnya tanggung jawab dan tugas moral,” kata Presiden New7Wonders Bernard Weber, dalam rilis kepada detikcom, Senin (7/2).

Weber tadinya mengharapkan Kemenbudpar bertanggung jawab menghargai dan mencari solusi atas berbagai kesepakatan, karena Jakarta akan menjadi tempat penganugerahan New7Wonders of Nature pada tanggal cantik 11.11.11. Weber menegaskan komitmen itu sudah ditandatangani melalui konsorsium yang ditunjuk Kemenbudpar.

“Ditandatangani pada Desember 2010 dengan Konsorsium Swasta Indonesia yang terkemuka, yang diajukan oleh Kemenbudpar langsung,” ungkap Weber.

dtc/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…