Selasa, 8 Februari 2011 06:09 WIB Sragen Share :

Jembatan terancam ambrol, warga Sumberjo waswas

Sragen (Espos)– Jembatan di jalan penghubung antar desa di Dusun Sumberjo, Desa Girimargo, Miri, terancam ambrol akibat erosi tanah. Warga mengaku waswas melihat kerusakan jembatan yang semakin parah dari hari ke hari.

Berdasarkan pantauan Espos di lokasi, Senin (7/2), salah satu tepi jembatan tampak retak dengan kedalaman keretakan sekitar 1 meter. Terlihat aliran air di bawah jembatan cukup deras. Aliran air deras itulah yang ditengarai menjadi penyebab semakin parahnya erosi tanah tebing di sekitar jembatan.

Tebing jalan di dekat jembatan ambles di kedua sisinya. Untuk memperkuat tebing itu, warga memberi susunan bebatuan dan menanami pepohonan di kedua sisi tebing.

Apabila dilihat dari atas jembatan, jarak antara jembatan dengan sungai dibawahnya tampak sangat curam, yakni berkedalaman mencapai 4 meter. Padahal, menurut sejumlah warga, dahulu kecuraman itu kurang dari 2 meter.

Warga setempat, Sukirno, 40, saat ditemui Espos, Senin, menuturkan jembatan yang merupakan penghubung utama Desa Soka-Doyong-Girimargo tersebut diketahui rawan ambrol sejak tiga tahun terakhir. Ia mengaku waswas karena takut jembatan akan ambrol.

Ia menilai keberadaan jembatan itu sangat penting bagi akses transportasi warga, mengingat selain sebagai jembatan jalan utama penghubung antar desa, jembatan itu juga merupakan jalan utama warga Dusun Sumberjo dan Dusun Seneng saling berinteraksi.

Apabila tidak ada penanganan cepat, bukan tidak mungkin jembatan itu akan benar-benar ambrol dan warga akan semakin terisolir. “Bisa dilihat sendiri, jembatan sudah retak begitu. Tebing di sekitar jembatan juga sudah banyak yang ambles. Kondisi itu semakin parah apabila datang hujan deras, dipastikan air akan semakin menggerus tanah dan erosi pun semakin parah,” urainya.

Warga lain, Cipto Susanto, 45, mengatakan kondisi jembatan yang semakin rawan sudah menjadi prioritas pembangunan dusun sejak beberapa tahun terakhir. Tahun ini, lanjutnya, upaya perbaikan jembatan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan telah diusulkan kepada pihak desa.

Selama ini warga hanya mampu mencegah erosi tanah tebing untuk memperkuat jembatan dengan memberi susunan bebatuan di sekitar jembatan dan menanami pepohonan karena kondisi kas dusun yang tidak memungkinkan untuk perbaikan total.

Ditemui terpisah, Kepala Desa (Kades) Girimargo, Iwan Ahmad Fajar, mengaku sudah menerima usulan perbaikan jembatan itu. Bahkan, empat rukun tetangga (RT) yang ada di Dusun Sumberjo seluruhnya mengusulkan perbaikan jembatan itu.

Mengingat pentingnya keberadaan jembatan bagi warga, pihaknya berencana mengajukan bantuan perbaikan ke Pemprov melalui Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (BKBPMD) Sragen.

Untuk melancarkan pengajuan itu, warga juga sudah menyiapkan dana swadaya senilai Rp 5 juta. Ia mengestimasi dana perbaikan jembatan itu mencapai Rp 32 juta. “Proposal sudah selesai dibuat, tinggal diajukan saja,” pungkasnya. m93

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…