Senin, 7 Februari 2011 20:40 WIB Karanganyar Share :

Proyek DAK tak sesuai bestek, Inspektorat tak beri sanksi

Karanganyar (Espos)—Inspektorat daerah (Inspekda) Kabupaten Karanganyar tidak akan memberikan sanksi terhadap rekanan yang melaksanakan proyek daa alokasi khusus (DAK) 2010 tidak sesuai ketentuan. Penegasan ini diungkapkan Kepala Inspekda Karanganyar Agus Cipto Waluyo kepada wartawan di gedung Dewan, Senin (7/2). Menurutnya, sanksi tidak diberikan mengingat saat ini masih dalam batas waktu pemeliharaan.

“Jadi kami kembalikan ke rekanan lagi untuk diperbaiki. Baru setelah masa pemeliharaan habis masih ditemukan ada penyimpangan, kami akan bertindak,” tegasnya. Terpisah, Ketua DPRD Karanganyar Sumanto mengatakan masih ditemukannya pelaksanaan proyek DAK yang tidak sesuai dengan bestek proyek, bahkan dari segi kualitas mengalami penurunan mestinya menjadi evaluasi tersendiri bagi Bupati Karanganyar Rina Iriani. Kinerja tim eksekutif di bawah roda pemerintahan Bupati Rina Iriani justru dipertanyakan.

“Bukannya dari tahun ke tahun lebih baik, tapi malah ambrol tidak karuan. Ini kan harusnya jadi evaluasi sendiri buat Bupati,” tuturnya.

Sumanto mengatakan sudah semestinya Bupati tidak menyalahkan pelaksanaan proyek pembangunan DAK. Melainkan bagaimana Bupati memperbaiki pelaksanaan proyek DAK tersebut. Terkait dengan adanya tudingan proyek DAK jadi ajang bancakan anggota DPRD, Sumanto justru mempersilakan pihak-pihak terkait untuk mengusutnya. Pihaknya berjanji akan memberikan sanksi kepada anggota DPRD yang terbukti main proyek tersebut. “Silahkan dicari kalau memang ada. Buktikan siapa anggota Dewannya. Silahkan diproses,” tantangnya.

Senada disampaikan wakil Ketua DPRD Juliyatmono. Dia menuturkan selama ini tidak ada anggota Dewan yang ikut bermain dalam proyek DAK. Semuanya masih dalam koridor sesuai dengan aturan. “Kami tidak ikut main proyek apa-apa. Kalau ada tolong dibuktikan dan dibeberkan siapa orangnya,” tegasnya.

isw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…