Senin, 7 Februari 2011 21:51 WIB Solo Share :

Lahan relokasi di Randusari dekat Putri Cempo

Solo(Espos)–Lahan relokasi bagi penghuni lahan Kentingan Baru, Jebres, di Randusari, Mojosongo, hanya berjarak sekitar 150 meter dari tempat pembuangan akhir sampah (TPA) TPA Putri Cempo.

Kotoran dan bau sampah, berdasar pantauan Espos, Minggu (6/2), begitu terasa saat menyusuri ruas-ruas jalan di sekitar lahan bakal relokasi warga Kentingan Baru itu.

Namun, tidak ada peserta relokasi yang protes atau membatalkan keikutsertaan dalam relokasi. Berdasar pengamatan Espos, Minggu, puluhan peserta relokasi melihat proses perataan lahan. Bahkan beberapa orang ikut membantu pekerja meratakan tanah.

Ketua Paguyuban Bina Masyarakat Kentingan Baru Wiwik Tri Setyoningsih mengatakan, menerima lahan relokasi yang ditawarkan. Penghuni Kentingan Baru ingin hidup tenang dengan di tanah yang bersertifikat hak milik (HM). Namun, di sisi lain Masyarakat Anti Relokasi Kentingan Baru yang menghimpun sebagian warga Kentingan Baru yang enggan direlokasi menyatakan tidak tertarik dengan lahan relokasi di Randusari dan Sabrang Lor. Kedua lahan itu disediakan pemegang sertifikat tanah Kentingan Baru.

Warga kontrarelokasi mendesak peserta relokasi segera angkat kaki dari Kentingan Baru, sehingga jelas jumlah dan siapa saja penghuni lahan yang memilih bertahan.

“Saya tidak seperti pengurus Paguyuban Bina Masyarakat Kentingan Baru yang berbalik ikut relokasi. Yang mau pindah silakan saja pindah,” tegas Sumarsono, salah satu motor warga yang menolak direlokasi. Dia juga mempertanyakan sikap Wakil Walikota (Wawali) Solo FX Hadi Rudyatmo yang pernah berjanji membantu pembentukan kepengurusan rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) di Kentingan Baru. Janji itu disampaikan sebelum Rudy menjabat sebagai Wakil Walikota Solo. Namun, kenyataannya saat ini Wawali justru memediatori penghuni Kentingan Baru yang ingin pindah.

kur

?

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…