Senin, 7 Februari 2011 12:58 WIB Solo Share :

36 Orang lamar posisi jajaran direksi dan Dewas TSTJ

Solo(Espos)--Tim independen Perusahaan Daerah (PD) Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo hingga Senin (7/2), menerima sebanyak 36 berkas lamaran menyusul dibukanya rekrutmen untuk mengisi kursi jajaran direksi dan dewan pengawas (Dewas) taman tersebut. Sebanyak 25 berkas lamaran untuk posisi direksi dan sisanya untuk posisi Dewas.

“Lowongan kami buka awal pekan lalu dan ditutup Sabtu (5/2) kemarin. Sampai hari ini, sudah ada sekitar 25 pelamar untuk posisi direksi dan 11 pelamar untuk posisi dewan pengawas,” ungkap Asisten Bidang Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Ekbang Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Solo, Pujo Haryanto ketika ditemui wartawan seusai rapat antar satuan perangkat kerja daerah (SKPD) di Bale Tawangarum Balaikota Solo, Senin (7/2).

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah menggandeng kalangan akademisi, ahli konservasi dan organisasi kebun binatang seluruh Indonesia untuk membentuk tim independen yang bertugas merekrut jajaran direksi dan Dewas untuk mengelola TSTJ ke depan. Dari akademisi, Pemkot bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian dan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Selain itu, Pemkot juga melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng sebagai unsur ahli konservasi. Sedangkan terkait penanganan hewan, tim bekerja sama dengan Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI).

Ditemui terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Perekonomian Setda Kota Solo, Asih Widodo mengatakan perekrutan direksi dan Dewas mulai dari seleksi hingga pelaksanaan tes sepenuhnya ditangani tim independen.

“Dalam hal ini Pemkot hanya memantau pelaksanaannya,” terang Asih.

Dari berkas lamaran yang masuk, diketahui para pelamar jajaran direksi dan Dewas tersebut memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

“Dari berkas lamaran yang kami cek sekilas, para pelamar tersebut ada yang berlatar belakang konsultan, pensiunan atau aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan sebagainya. Tapi bagaimana hasilnya nanti, kami serahkan proses seleksinya kepada tim independen,” imbuh dia.

Sesuai jadwal, tim independen melakukan seleksi administrasi terhadap berkas para pelamar yang masuk ke meja panitia. Pelamar yang lolos seleksi administrasi bakal diumumkan pada Rabu (9/2) untuk mengikuti ujian tertulis pada Jumat (11/2).

“Bagi pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dapat mengambil nomor ujian tertulis pada Rabu (9/2) dan Kamis (10/1). Sedangkan ujian tertulis akan dilaksanakan pada Jumat (11/2) di Bale Tawangarum, pukul 08.00 WIB. Hasilnya akan diumumkan pada Senin (14/2) mendatang,” papar Asih.

Pelamar yang dinyatakan lolos ujian tertulis, kata Asih, akan mengikuti tes wawancara pertama yang dijadwalkan pada Rabu (16/2). Bila dinyatakan lolos, pelamar akan mengikuti tes wawancara kedua dengan Walikota Solo, Joko Widodo.

“Hasil tes wawancara pertama diumumkan pada Kamis (17/2). Yang lolos, akan diwawancara langsung oleh Pak Walikota (Joko Widodo-red). Bagi peserta yang lolos nantinya akan menjalani tes terakhir, yakni tes kesehatan,” imbuh Asih.

sry

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…