Minggu, 6 Februari 2011 02:47 WIB Sport Share :

Unggul telak atas Newcastle, Arsenal akhirnya harus puas hasil seri 4-4

Newcastle — Sudah unggul telak 4-0 atas Newcastle United, Arsenal melihat kemenangannya terbang dan harus puas dengan hasil seri 4-4.

Bermain di kandang lawan, St James’ Park, Sabtu (5/2), Arsenal sudah berada di atas angin ketika unggul empat gol dalam waktu 26 menit. Skor itu bertahan sampai turun minum.

Keberuntungan Arsenal mulai pudar ketika di menit 50 mereka dipaksa bermain dengan 10 orang setelah Abou Diaby dikartu merah wasit karena mendorong Joey Barton setelah Barton melanggarnya.

“Itu adalah pertandingan yang bagus dengan banyak insiden dan titik balik. Tetapi pengusiran (Diaby) itu berpengaruh jelek kepada kami dan beberapa keputusan wasit merugikan kami hari ini,” keluh manajer Arsenal, Arsene Wenger, di BBC.

“Saya tidak setuju dengan kartu merah itu. Barton seharusnya dikartu merah juga,” gugat Wenger kemudian.

Meski sedikit menggugat kinerja wasit, Wenger juga mengakui kalau anak-anak asuhnya tertekan menghadapi gempuran Newcastle di babak kedua. Saat The Magpies mencetak gol pertama, The Gunners mulai panik.

“Kami tertekan dan kami memiliki masalah dalam penyelesaian di babak kedua. Kadang memang tidak bisa diprediksi dan kemudian jadi menyulitkan,” kata Wenger.

“Di skor 4-1, kami sedikit panik. Namun kami juga sedikit tidak beruntung,” imbuh manajer asal Prancis tersebut.

Akibat hasil seri itu, Arsenal terancam makin ditinggal Manchester United di klasemen sementara Premiership. Selain itu, Manchester City juga mulai menekan di posisi ketiga.

Wenger pun bertekad melupakan insiden kehilangan dua angka ini dan meminta para pemainnya menegakkan kepala dan mengambil hikmahnya.

“Anda harus menerimanya dan mengangkat dagu serta melihat sisi positifnya. Pastinya, kami kehilangan dua angka,” pungkas Wenger. Detikcom

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…