Minggu, 6 Februari 2011 21:17 WIB Klaten Share :

Tepergok curi becak, warga Sumberejo dihajar massa

Klaten (Espos) — Tepergok mencuri becak, Agus Marwoso, 56, warga Dusun Karangnongko, Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, akhir pekan lalu, babak belur dihajar massa. Beruntung kemarahan warga berhasil diredam oleh aparat kepolisian dan pelaku yang menderita luka parah bisa diamankan.

Keterangan yang dihimpun Espos, Minggu (6/2), kejadian itu bermula saat Suparman, 42, warga Dusun Karangnongko, Sumberejo, Klaten Selatan terbangun dari tidur Sabtu (5/2) malam, sekitar pukul 23.30 WIB.

Korban terperanjat mendapati becaknya tidak ada. Dia lalu mencari di sekitar rumah tapi becaknya tidak ditemukan.

Merasa curiga, korban meminta bantuan para tetangga untuk mencari becaknya yang raib. Warga pun beramai-ramai mencari becak itu hingga sudut desa. Beberapa saat kemudian, ada warga yang mengaku melihat becak milik korban dibawa seseorang ke arah Jl Yogya-Solo. Mendapat informasi itu, warga langsung mengejar pelaku.

Setibanya di pinggir desa, massa berhasil menangkap pelaku. Warga geram karena pelaku tak mau mengaku. Entah siapa yang memulai, massa menghadiahi pelaku dengan bogem mentah.

Anggota Polsek Kota yang sedang berpatroli langsung terjun ke lokasi. Petugas membubarkan aksi massa dan membawa pelaku ke kantor polisi.

Kapolres Klaten, AKBP Agus Djaka Santoso melalui Kapolsek Klaten, AKP Heru Setyaningsih saat dimintai konfirmasi mengatakan kasus itu kini ditangani Polres Klaten.

Sementara, pelaku yang menderita luka lebam di wajah, dada dan kaki beralasan mengambil becak hanya untuk mencari makan. Kepada petugas, dia berdalih tidak berniat mencuri becak tersebut. Dia mengaku biasa meminjam becak itu, namun saat kejadian ia langsung mengambil tanpa permisi. rei

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…