Minggu, 6 Februari 2011 13:15 WIB Ekonomi Share :

OCBC NISP targetkan penjualan Sukri hingga Rp 150 M

Jakarta--PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC NISP)  menargetkan penjualan Sukuk Negara Ritel alias Sukri 2011 senilai Rp 150 miliar.  Perseroan optimistis dapat mencapai target tersebut dengan berbekal pengalaman pada tahun 2010.

“Melihat pengalaman sebagai agen penjual Sukuk Ritel 2010, kami berharap dari penjualan sukuk SR003 2011 dapat membukukan penjualan senilai Rp 150 miliar,” ujar Treasury Advisory Head Bank OCBC NISP Sjarif Gunawan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (6/2).

Menurut Sjarif, sejalan dengan meningkatnya pemahaman masyarakat akan keuntungan dan risiko berinvestasi pada produk obligasi maka terlihat adanya potensi permintaan yang tinggi khusus di Sukri. Sehingga, lanjut Sjarif OCBC NISP yakin  Sukri 2011 ini akan sukses sebagaimana Sukri sebelumnya.

“Bank OCBC NISP sendiri sebelumnya telah ditunjuk sebagai agen penjual Sukuk Ritel 2010 dan ORI 1 hingga ORI 7 dengan pencapaian yang memuaskan,” jelasnya.

Sukuk Ritel 2011 memiliki tenor tiga tahun ini akan ditawarkan mulai 7 Februari hingga 18 Februari 2011. Sedangkan tanggal penjatahan, settlement, dan pencatatan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2011 sampai 24 Februari 2011.

Pemerintah sendiri memberikan kupon atau imbal hasil untuk sukuk ritel atau sukri seri SR003 sebesar 8,15%.

Adapun 20 agen penjual sukuk ritel 2011 antara lain :

1. PT Bank Mandiri Tbk
2. PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas
3. PT Mega Capital Indonesia
4. PT Bahana Securities
5. PT Bank Internasional Indonesia Tbk
6. PT Bank Syariah Mandiri
7. PT Danareksa Sekuritas
8. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
9. PT Bank CIMB Niaga Tbk
10. PT Trimegah Securities Tbk
11. HSBC
12. PT Bank Negara Indonesia Tbk
13. Citibank NA
14. Standard Chartered Bank
15. PT Sucorinvest Central Gani
16. PT Reliance Securities Tbk
17. PT Bank Permata Tbk
18. PT Bank OCBC NISP Tbk
19. PT Ciptadana Securities
20. PT Kresna Graha Sekurindo Tbk.

dtc/tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…