Minggu, 6 Februari 2011 22:05 WIB Klaten Share :

Harga kedelai naik pedagang tahu harus tombok modal

Karanganyar (Espos)– Naiknya harga kedelai mempengaruhi produksi tahu di sejumlah pabrik tahu di Karanganyar. Kenaikan harga itu terjadi sekitar dua pekan lalu. Awalnya, per kilogram kedelai seharga Rp 5.975. Sedangkan saat ini harga naik menjadi Rp 6.150 per kilogram.

Salah satu pembuat tahu di Jagan, Kelurahan Lalung, Karanganyar, Paryanto, 30, mengatakan, sebetulnya harga kedelai dari beberapa pekan lalu mengalami kenaikan.

“Mau tidak mau saya harus tombok membeli kedelai untuk membuat tahu. Kalau sudah jadi, tahunya nanti dikurangi atau ditipiskan, tapi dihargai dengan harga yang sama sebelum ada kenaikan harga kedelai,” ujar Paryanto saat ditemui Espos di pabrik tahunya, Minggu (6/2).

Jika tahu yang sudah jadi tidak dikurangi, lanjutnya, maka ia bisa merugi. Paryanto dan sejumlah pembuat tahu lainnya selama ini mengambil bahan baku kedelai dari gudang kedelai di Palur, Jaten.

Dua pekan sekali, ia mengambil kedelai 1,5 ton di gudang. Per hari, ia habis satu kuintal kedelai.

Paryanto juga mengaku tidak akan menaikkan harga jual tahu yang ia produksi. Pasalnya jika harga tahu dinaikkan, ia justru akan dijauhi konsumen dan para pedagang pasar. Sebab banyak para pembuat tahu yang masih bertahan dengan harga lama meskipun harga kedelai meroket.

“Saya jualnya per lembaran kotak dengan harga Rp 16.000. Kalau saya naikkan, pelanggan saya nanti malah lari ke pembuat tahu yang lain,” katanya.

Beda lagi dengan pembuat tahu lainnya, Atmo. Ia menyiasati kenaikan harga kedelai bukan dengan mengurangi potongan tahu, tapi mengurangi penggunaan bahan baku. Biasanya, per hari ia memakai tiga kuintal kedelai untuk membuat tahu. “Karena ada kenaikan harga, saat ini saya hanya memakai dua kuintal kedelai untuk membuat tahu,” kata Atmo yang bekerja di pabrik tahu milik Broto, di Kelurahan Lalung.

Selama ini, lanjut Atmo, para pedagang pasar juga sudah nyaman dengan harga yang sudah dipatok. Karena itu, ia juga tidak akan menikkan harga tahunya. Selain menjual ke pedagang sekitar kampung, tahu buatannya juga dijual ke para pedagang di Pasar Bekonang, Sukoharjo. fas

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…