Minggu, 6 Februari 2011 15:31 WIB Hukum Share :

Empat jamaah Ahmadiyah tewas akibat penyerbuan di Pandeglang

Jakarta--Empat anggota jamaah Ahmadiyah diketahui tewas akibat penyerbuan warga terhadap rumah jamaah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Empat orang lainnya terluka dan dilarikan ke RS Malingping, Pandeglang.

“Yang meninggal empat orang. Jenazahnya kini ada di sebuah klinik di Cikeusik,” kata Humas PB Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Mubarik Ahmad, Minggu (6/2).

Menurut dia, dua korban tewas adalah anggota jemaah yang memang warga Cikeusik dan merupakan pemilik rumah. Jumlah korban tewas, masih mungkin bertambah. Sementara, empat orang yang luka parah kini mendapatkan perawatan intensif di UGD RS Malingping.

“Mereka menderita luka bacok di kepala, patah tangan, luka bacok di punggung, dan satu lagi pendarahan di mulut dan hidung,” jelas dia.

Mubarik mengatakan jemaah mereka tidak sedang melakukan aktivitas khusus di rumah tersebut. Oleh karena itu, Mubarik meminta polisi bertindak tegas mengusut secara hukum pihak-pihak yang melakukan penyerbuan terhadap mereka.

“Kita adalah korban, karena kita yang diserang, apapun alasan penyerangan itu. Kecuali kita melakukan tindakan kriminal, tapi di sana kita hanya kegiatan biasa saja di sana,” tutur Mubarik.

PB JAI kini masih mengumpulkan data-data korban dan kerusakan yang terjadi. Sebelumnya pada Minggu, menjelang tengah hari, terjadi penyerbuan warga terhadap sebuah rumah milik warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…