Minggu, 6 Februari 2011 12:01 WIB Solo Share :

Disbudpar Solo matangkan konsep baru pemasaran KA Jaladara

Solo (Espos)–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo mematangkan konsep baru pemasaran Kereta Api (KA) Wisata Jaladara yang ditujukan bagi wisatawan di Kota Bengawan.

Sejumlah pihak, antara lain Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) turut dilibatkan dalam pembahasan konsep tersebut. Kepala Disbudpar Kota Solo, Purnomo Subagyo mengemukakan konsep baru pemasaran KA Wisata Jaladara itu mulai dibahas setelah pengelolaan kereta uap kuno tersebut diserahkan dari Dinas Perhubungan (Dishub) kepada Disbudpar.

“Untuk pemasarannya telah diserahkan kepada Disbudpar, tapi terkait pengoperasiannya kami tetap berkoordinasi dengan Dishub dan PT KA. Sementara untuk konsep penawarannya seperti apa, saat ini masih terus kami bahas dengan sejumlah pihak terkait seperti Asita, PHRI dan pelaku bisnis pariwisata lainnya,” ungkap Purnomo ketika ditemui wartawan di Solo, Minggu (6/2).

Konsep pemasaran yang dibahas, disebutkan Purnomo, antara lain terkait kemasan paket wisata yang akan ditawarkan dan diberikan kepada para wisatawan yang berminat menggunakan KA tersebut. “Yang kami bahas antara lain apakah nantinya di dalam kereta itu bisa ditambah meja untuk makan siang, kemungkinan penambahan waktu dari dua jam menjadi tiga sampai empat jam, boleh tidak dipasang banner untuk sponsornya. Dalam hal ini harga juga harus murah. Semua itu kami koordinasikan dengan Dishub dan PT KA. Pekan depan kalau sudah ada jawaban, paket wisata yang baru bisa segera disiapkan,” imbuh dia.

Lebih lanjut Purnomo mengatakan ke depan masyarakat dari berbagai kalangan bisa memanfaatkan KA Wisata Jaladara tersebut dengan harga yang lebih terjangkau. Direncanakan, pemesanan dapat dilakukan minimal tiga hari sebelum hari pemakaian.

sry

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…